0 menit baca 0 %

M. Ali Ashadi, M.Ag Jelaskan Tentang “Teknis Penggunaan Modul Bimbingan Perkawinan Untuk Calon Pengantin” Kepada Peserta TOT

Ringkasan: Siak (Inmas) Selasa, (10/04/18), Saat Training of Trainer (TOT) Kursus Calon Pengantin bagi Kepala Kantor Urusan Agama (Ka KUA) dan Penghulu KUA kecamatan se-Kabupaten Siak yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Muhammad Ali Ashadi, M.Ag salah seorang pemateri yang pernah...

Siak (Inmas) – Selasa, (10/04/18), Saat Training of Trainer (TOT) Kursus Calon Pengantin bagi Kepala Kantor Urusan Agama (Ka KUA) dan Penghulu KUA kecamatan se-Kabupaten Siak yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Muhammad Ali Ashadi, M.Ag salah seorang pemateri yang pernah mengikuti TOT Suscatin tingkat Nasional di Provinsi Sumatera Selatan beberapa waktu yang lalu dalam materinya yang membahas tentang “Teknis Penggunaan Modul Bimbingan Perkawinan Untuk Calon Pengantin”.

Staf Seksi Bimbingan Masyarakat islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak ini lebih mengedepankan materi yang sifatnya diskusi panel. Muhammad Ali Ashadi menjelaskan, ada tiga yang harus mendapatkan perhatian dalam penggunaan modul dan buku bacaan bimbingan perkawinan, yaitu: (1) Bagaimana pelaksanaannya di lapangan supaya efektif karena masyarakat desa dan kota berbeda; (2) Materi dan metode dalam penyajian juga harus variatif, selama ini yang banyak dipakai adalah ceramah. Metode Ceramah tetap, tapi tidak dominan, ditambah metode lain seperti bermain peran/role play, diskusi; dan (3) Pengorganisasian dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan agar menarik dan bagus.

Sebelumnya, dalam sambutannya ketika membuka acara Training of Trainer (TOT) tersebut, Kepala Kankemenag Siak, Drs. H. Muharom berpesan agar semua ASN di bawah Kankemenag Siak tidak berhenti untuk belajar dan berkarya demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Tujuan dari digelarnya acara ini adalah semata-mata untuk meningkatkan kualitas SDM Kepala KUA, Penghulu dan Staff yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai stakeholder”, jelasnya.

 

“Kita berharap Training of Trainer (TOT) ini dapat memberikan manfaat dan perubahan yang signifikan pada perbaikan kualitas layanan KUA yang lebih profesional dan akuntabel seiring dengan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dan beragam”, tegasnya di hadapan peserta Training of Trainer (TOT). (Hd)