Riau (Inmas) – Para peserta test SKD berbasis CAT sudah dimulai sejak kemarin, untuk diketahui pelaksanaan test SKD masing masing instansi tidaklah sama. Dalam tes SKD hari terakhir ini sedikitnya ada sebanyak 164 peserta dari STAIN yang akan berjuang di ruangan Test. “Peserta test ujian dari STAIN ada dua sesi, pertama berjumlah 164 peserta dan sesi kedua pada pukul 10.00 nanti hanya 4 orang saja, ujar salah seorang panitia STAIN Hj Nadia Faiqa kepada Tim Inmas, Selasa (12/11) di ballroom Hotel Labersa.
Test yang yang berlangsung selama dua hari ini mengacu pada passing grade atau nilai ambang batas, dimana peserta mengerjakan 100 soal yang dibagi dalam tiga bidang. Untuk TWK 35 soal, TIU 30 soal, dan TKP 35 soal. Kemudian skor tertinggi dari TKP, TIU dan TWK masing masingnya akan mendapat 5 jika benar, misal TKP mencapai 135 saja tinggal dikalikan 5 dan hasilnya adalah 175, begitu pula untuk TWK 35 dikalikan 5 maka total score menjadi 175, dan jika TIU betul semua 30 x 5 maka total score 150.
“Peserta harus mendapat nilai diatas nilai ambang batas, atau paling tidak paling minimalnya”, jelas Panlak Panitia STAIN ketika ditanya pendapatnya tentang sistem CAT ini.
“Karena tidak ada nilai komulatif maka peserta umum harus mendapat nilai melebihi passing grade di setiap jenis soal”, jelas Ardimus salah seorang panitia Panlak CPNS Kemenag Riau. Contoh, bila nilai TWK dan TKP terpenuhi tapi TIU tidak mencukupi maka peserta dinyatakan gagal, terangnya lagi.
Untuk jalur formasi lain, perhitungan nya hampir sama dengan jalur cumlaude, dan diaspora hanya saja yang membedakan passing grade nilai TIU, lanjut Ardimus.
Sampai berita ini diturunkan peserta tes tengah melalui proses antri masuk ke ruangan ujian sesuai dengan nomor absen yang sudah di registrasi kepada panitia.
Terpisah, menurut Andriadi Daulay MSi Staf Subbag Ortapeg Kanwil Kemenag Riau, menurutnya standart passing grade yang telah ditetapkan pemerintah melalui Menpan RB adalah harga mati, ketika target tidak tercapai sebaiknya mengevaluasi kembali batasan minimal kelulusan peserta atau tetap mempertahankan standar ini sesuai dengan PermenPAN 37 Tahun 2018 tentang passing grade kelulusan CAT.
Pendapat lain datang dari Bendahara Kanwil Kemenag Riau Dewi Yull, ia menyatakan mengingat cost yang dikeluarkan untuk pelaksanaan tes CPNS kali ini tidak kecil, memakan jumlah biaya yang cukup besar lanjutnya. Sementara faktanya saat ini output yang dicapai pada saat ini belum sesuai dengan target." sebanyak 243 formasi harus diisi, dan yang lulus passing grade sejauh ini belum mencapai target. “Mungkin perlu dievaluasi kembali masalah waktu yang mepet atau batas minimal passing grade yang perlu di review kembali, bisa juga dengan meningkatkan sosialisasi pemantapan test kepada peserta dalam bentuk simulasi ujian ini kedepan”, terangnya kepada Tim Inmas. (vera)