Siak (Kemenag) – Rabu, (24/12/2025), Alumni Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak yang saat ini menjadi Mahasiswa Indonesia di Inggris, Romaito Azhar, baru- baru ini mendapat penghargaan dari Kepolisian Kerajaan Inggris. Sebagaimana dilansir dari media detik.com, Penghargaan tersebut mengapresiasi keberanian dan bantuannya dalam mengungkap kasus penculikan, pemerkosaan, dan dugaan pembunuhan berantai yang melibatkan Tiga pelaku. Pemberian penghargaan untuk Romaito Azhar, diberikan dalam acara resmi yang dihadiri High Sheriff West Sussex, Timothy Fooks.
Sebagai informasi dilansir dari berbagai laman media Nasional, kejadian kriminal tersebut berlangsung pada Agustus tahun lalu. Setelah mengagalkan penculikan korban dari mobil yang sedang melaju dan merekam mobil pelaku, Ia dengan sigap merekam kejadian itu dengan ponselnya. Ia juga membantu korban untuk menyelamatkan diri dan kemudian melapor pada polisi yang kemudian dalam penyelidikan ia dilibatkan sebagai saksi kunci pada proses persidangan di sela tekanan proses penyelesaian kuliah S2 dengan beasiswa di University of Stirling, Skotlandia, Inggris.
Mengutip dari akun LinkedIn miliknya, Romaito Azhar mengungkapkan perasaannya setelah diberikan penghargaan tersebut. Dalam unggahannya, ia merasa terhormat dapat menghadiri agenda pemberian penghargaan itu dan bertemu dengan jajaran petinggi kepolisian negara setempat. “Momen yang indah dan penuh kenangan saat saya di Inggris. Sebagai anggota masyarakat (sipil), saya merasa terhormat dapat menghadiri acara yang luar biasa ini. Berdiri bersama High Sheriff of West Sussex, Dr. Timothy Fooks, dan Chief Constable Jo Shiner KPM, dan (berdiri) di antara mereka, saya, seorang warga Indonesia, warga asing yang rendah hati, menjadi bukti bahwa orang asing dan siapa pun yang datang dari latar belakang biasa pun tetap memiliki tempat dalam pergaulan yang hangat, di tengah suasana menjelang Natal,” tulisnya.
Mengutip keterangannya di detikEdu.com, Azhar ternyata tumbuh dari keluarga sederhana di Riau. Ia dibesarkan oleh orang tua yang mendukungnya untuk terus berkembang hingga lulus studi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Tak berhenti di sana, Ia lalu melanjutkan studinya ke Polandia, Skotlandia, Inggris dengan beasiswa yang saat ini ia menjalankan kuliah S3 disana.
Kisah Romaito Azhar yang membantu menyelamatkan hidup seseorang di negara asing mendapat apresiasi banyak pihak termasuk dari keluarga besar Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin. Ustadz Irsansi selaku Pimpinan Pesantren sangat bangga dengan berita alumni tersebut. “Alhamdulillah, tentu ini menjadi inspirasi untuk banyak orang. Sebagai santri Ia membuktikan bahwa keberanian dan keinginan untuk menegakkan keadilan bisa datang dari mana saja, siapa saja, dan kapan saja. Penghargaan Kepolisian Kerajaan Inggris itu menjadi sebuah apresiasi tinggi atas keberanian dan kepedulian Romaito Azhar terhadap orang lain di sekitarnya dan kita atas nama seluruh keluarag besar Pondok Pesantren sangat berbangga hati,” ujarnya antusias. (Hd)