LPTQ Riau Taja Orientasi Hakim MTQ Provinsi 2012
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- “Selamat kepada semua hakim yang telah diberi amanah menjadi penilai dalam MTQ XXXI provinsi Riau di Bengkalis pada 12 Oktober ke depan. Hakim yang ditunjuk ini bukan berdasarkan tempat asal mereka tapi karena kapabilitas, keilmuan, keahlian dan pengalaman mereka yang telah...
Pekanbaru (Humas)- “Selamat kepada semua hakim yang telah diberi amanah menjadi penilai dalam MTQ XXXI provinsi Riau di Bengkalis pada 12 Oktober ke depan. Hakim yang ditunjuk ini bukan berdasarkan tempat asal mereka tapi karena kapabilitas,
keilmuan, keahlian dan pengalaman mereka yang telah teruji di bidang masing-masing selama ini. Bayangkan, sebanyak 367 hakim yang telah memperoleh sertifikat perhakiman dari LPTQ Provinsi Riau, hanya sekitar
104 orang saja yang diberi tugas tahun ini. Untuk itu syukurilah dengan cara berbuat profesional, jangan sampai bekerja tidak sesuai dengan ilmu dan kemampuan. Kehadiran bapak-bapak semua bukan mewakili daerah masing-masing tapi mewakili Provinsi Riau. Ingat itu,†kata ketua LPTQ Provinsi Riau, Dr. H. Suryan A Jamrah, MA di hotel Mutiara Merdeka saat membuka orientasi dewan hakim, majelis hakim, panitera dan pembantu penghubung pada MTQ Provinsi XXXI tahun 2012 Kabupaten Bengkalis.
“Hargai SK dari Gubernur itu dengan cara bekerja yang baik. Laksanakan amanah dan jaga marwah,†sambung dosen UIN Sulthan Syarif Kasim Riau itu. “Orientasi ini kita maksudkan untuk menyatukan visi dan misi serta persepsi hakim sehingga pelaksanaan MTQ nanti tidak terkendalam,†lanjut Suryan.
Pada kesempatan itu, Dr. Suryan juga berpesan supaya semua hakim yang telah dipercaya LPTQ Provinsi Riau juga memperhatikan upaya membumikan Alquran di bumi Melayu. Menciptakan masyarakat Melayu yang pandai membaca, memahami dan mengamalkan nilai Alquran dalam kehidupan. “Semua hakim jangan bekerja menunggu MTQ sekali setahun saja. Tapi binalah masyarakat atau anak-anak kita di mana kita berdomisili. Kalau setiap hakim punya binaan maka Alquran di bumi Melayu ini semakin membumi. Dan makin kuatlah pernyataan yang menyebutkan bahwa Melayu itu identik dengan Islam. Ingat MTQ ini merupakan salah satu bentuk pembinaan, bukan pembinaan untuk MTQ,†kata Suryan dengan tegas.
“Dan setiap hakim yang mempunyai binaan itu, Insya Allah LPTQ provinsi Riauakan membantunya,†sambung Suryan.
Tentang pelaksanaan orientasi hakim ini, Griven H. Putera, M.Ag selaku salah-seorang hakim Kaligrafi Alquran Provinsi Riau menyambut baik kegiatan ini. “Upaya LPTQ Riau ini amat bermanfaat bagi hakim. Semoga sesuatu yang
dipesankan Pak Suryan untuk profesional dan beretika itu bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh semua hakim sehingga MTQ Riau tahun 2012 ini berjalan sukses. Dan upaya membumikan Alquran di Bumi Melayu ini bisa pula
mencapai maksimal,†kata Griven. (griven)