0 menit baca 0 %

Lomba Qasidah Klasik Dimulai

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Kakanwil Kemenag Provinsi Riau H Tarmizi Tohor buka Lomba Qasidah Rebana Klasik di lapangan Kanwil Kemenag Riau, Selasa (15/12). Dalam sambutannya, Kakanwil berharap kepada peserta yang merupakan utusan dari Kemenag kabupaten dan kota yang berlomba agar kegiatan ini bukan h...

Pekanbaru (Inmas) – Kakanwil Kemenag Provinsi Riau H Tarmizi Tohor buka Lomba Qasidah Rebana Klasik di lapangan Kanwil Kemenag Riau, Selasa (15/12). Dalam sambutannya, Kakanwil berharap kepada peserta yang merupakan utusan dari Kemenag kabupaten dan kota yang berlomba agar kegiatan ini bukan hanya ajang memperebutkan juara tapi yang lebih penting menjalin silaturrahim di antara peserta.

“Jangan hanya berlomba untuk menang tapi yang lebih penting adalah, jadikan lomba ini sebagai ajang silaturrahmi di antara kita,” kata Kakanwil.

Hadir pada kesempatan itu sejumlah pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau seperti Kabag TU HM Saman, Kabid Penaiszawa H Irhas, Kabid PHU HM Aziz, Kabid Pakis H Ruslan serta Kabid Urais dan Binsyar H Asmuni Hasan. Selain itu tampak juga Kakan Kemenag Rokan Hulu H Ahmad Supardi Hasibuan.

Menurut rencana, kegiatan yang diikuti 10 kabupaten dan kota Se-Riau ini akan berlangsung selama satu hari (15/12). Sepuluh grup yang mengikuti adalah: Kemenag Kampar, UIN Suska Riau, Kemenag Inhu, Kemenag Kuansing, Kemenag Rohul, Kanwil, Kemenag Pelalawan, Kemenag Pekanbaru dan Kemenag Siak. 

Pengumuman pemenang ini akan dilaksanakan seusai kegiatan berlangsung, Selasa (15/12). Penyerahan piala dan uang pembinaan akan dilaksanakan pada malam resepsi HAB ke-70, Ahad malam (3/1/16) di rumah Walikota Pekanbaru.

Menurut salah seorang panitia, H Asril, pemenang I memperoleh piala dan uang pembinaan Rp. 1.500.000,- Pemenang II, piagam dan uang pembinaan Rp 1000.000, pemenag III, piagam dan uang pembinaan Rp 750.000,-. Sementara pemenang harapan I sampai III akan mendapatkan piala tanpa uang pembinaan. Dewan juri pada kegiatan ini terdiri dari  Yusri Minka, Ibu Leni dan H Sulaiman Zuhdi. (griven)