0 menit baca 0 %

Linangan Air Mata Warnai Perpusahan MTsN Rambah

Ringkasan: Linangan ataupun Deraian air mata sedih dan bahagia, ditambah dengan peluk haru, antara murid dengan guru, antara guru dengan orang tua murid, antara murid dengan murid yang lainnya, menandai acara perpisahan dan penyerahan kembali siswa/i kepada orang tua murid yang ditaja oleh MTsN Rambah Pasir Pe...

 
Linangan ataupun Deraian air mata sedih dan bahagia, ditambah dengan peluk haru, antara murid dengan guru, antara guru dengan orang tua murid, antara murid dengan murid yang lainnya, menandai acara perpisahan dan penyerahan kembali siswa/i kepada orang tua murid yang ditaja oleh MTsN Rambah Pasir Pengaraian, Sabtu (14/5/2016) bertempat di kampus MTsN Rambah, Pasir Pengaraian.


Acara perpisahan tersebut, dihadiri oleh Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin MSy, Ketua Komite MTsN Rambah, Kepala MTsN Rambah H Akhiruddin SAg beserta seluruh majelis guru, Kepala Tata Usaha Drs H Syamsurizal beserta staf, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, para orang tua wali murid dan seluruh Siswa MTsN Rambah.


Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan, dalam sambutan pengarahannya, memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada orang tua murid yang menyekolahkan anaknya di MTsN Rambah Pasir Pengaraian, sebab pendidikan di MTsN memiliki dua keunggulan, yaitu mendapatkan ilmu pengetahuan umum sebagaimana di SMP dan mendapatkan ilmu pengetahuan agama.


Pendidikan di madrasah ini, sekarang telah dijadikan model oleh masyarakat dan bahkan Pemerintah Daerah akan meniru pendidikan madrasah untuk diterapkan dalam pendidikan sekolah, sebab kenakalan remaja yang saat ini marak di kalangan anak-anak muda, adalah disebabkan lemahnya pengetahuan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan agama.

Hal inilah yang mendorong, beberapa waktu yang lalu, didirikannya Pendidikan Diniyah Takmiliyah Wustha (PDTW) dan Pendidikan Diniyah Takmiliyah Ulya (PDTU) di setiap SMP dan SMU di Kab Rohul. Sehingga dengan demikian, anak didik memiliki filter yang kuat untuk menyaring setiap arus dan budaya negative yang masuk dari pihak luar.

Ditambahkan Ahmad Supardi Hasibuan, pendidikan madrasah pada dasarnya adalah pendidikan modern dan bernuansa masa depan, sebab di madrasah anak didik, bukan hanya dididik untuk selamat di dunia, tetapi juga diberi pendidikan untuk selamat di akhirat. Pendidikan madrasah relevan pada masa lalu, relevan masa kini, dan relevan masa yang akan datang.

Tidak ada satupun system pendidikan di Indonesia ini yang memiliki visi dan misi seperti madrasah. Pendidikan kita, hanya mengajari anak didiknya untuk memiliki keterampilan memperoleh kebahagiaan di dunia. Sedangkan pendidikan madrasah akan memberikan bekal hidup di dunia dan di akhirat sekaligus, papar Ahmad Supardi.*Ash*