Meranti
(Inmas) - Suasana haru dan berlinang air mata mewarnai pelaksanaan
pelepasan siswa kelas IX di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudhatul Tholibin
Desa Bina Sempian Kecamatan Rangsang Pesisir pada Sabtu (13/05/2017).
Suasana
haru bercampur sedih tersebut muncul ketika Kepala MTs Raudhatul
Tholibin Bina Sempian Mahdar, SH mengajak kepada puluhan murid kelas IX
untuk menghampiri orang tuanya masing-masing untuk meminta maaf dan
membawanya untuk prosesi salam-salaman.
Kepala
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudhatul Tholibin Bina Sempian Mahdar, SH
ketika ditemui setelah pelaksanaan acara menjelaskan bahwa tujuannya
menyuruh siswa untuk menghampiri orang tuanya adalah agar para siswa
memahami dan sadar bahwa apa yang telah diraih selama ini adalah peran
dari orang tua. "Orang tua lah yang menjadi guru pertama, oleh karena
itu siswa harus patuh dan meminta maaf". Ujarnya menjelaskan.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Kepulauan Meranti Provinsi Riau Drs. H. Miskam, MA, Kepala UPTD
Pendidikan Kecamatan Rangsang Pesisir Mazlan, S.Pd, Kepala Desa Bina
Sempian Pranoto, Komite Madrasah H. Sairan, tokoh masyarakat, tokoh
agama, orang tua wali murid dan undangan umum lainnya.
Kegiatan
pelepasan siswa sekaligus perpisahan kelas IX tersebut diawali dengan
khatam Al-Qur'an dan diisi juga dengan penampilan menarik dari
siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudhatul Tholibin berupa
persembahan drama klasik, tari kreasi dan beberapa persembahan lagu.
Tahun
2017 ini, jumlah siswa yang menamatkan pendidikannya di Madrasah
Tsanawiyah (MTs) Raudhatul Tholibin berjumlah 34 orang dan merupakan
angkatan ke - 37. (zieah).