0 menit baca 0 %

Lima Elemen Penyukses Hijrah Nabi Muhammad SAW

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) – Ada lima elemen penting sukses hijrahnya Nabi Muhammad Saw. dari Mekkah ke Madinah, yaitu pemimpin, hartawan, pemuda, perempuan, dan non muslim. Hal itu disampaikan Dr H Saidul Amin saat memberikan pencerahan kepada jemaah mesjid Agung Annur Provinsi Riau pada peringatan ta...

Pekanbaru (Humas) – Ada lima elemen penting sukses hijrahnya Nabi Muhammad Saw. dari Mekkah ke Madinah, yaitu pemimpin, hartawan, pemuda, perempuan, dan non muslim.

Hal itu disampaikan Dr H Saidul Amin saat memberikan pencerahan kepada jemaah mesjid Agung Annur Provinsi Riau pada peringatan tahun baru Islam, Pekanbaru, Jumat (24/10).

Menurut Saidul Amin, figur Rasulullah SAW. merupakan sosok pemimpin yang bisa diteladani. Tapi bagaimana pun bagusnya seorang pemimpin kalau rakyatnya tidak becus, rakyatnya tidak baik, maka pemimpin yang bagus juga akan gagal dalam kepemimpinannya.

Dalam proses hijrah, peran hartawan juga menjadi sosok penting bagi kesuksesan hijrah tersebut. Ini dicontohkan pada figur Abu Bakkar As Shiddiq Ra. yang menemani Nabi dalam perjalanan dari Mekkah menuju Madinah. Selain faktor hartawan tersebut, peran pemuda juga tak bisa diabaikan, di mana Ali Bin Abi Thalib menggantikan posisi Nabi Muhammad SAW di tempat tidur, yang pekerjaan tersebut, kata Saidul Amin merupakan pertaruhan nyawa. Lalu peran perempuan juga juga tak bisa dikesampingkan dalam proses hijrahnya Nabi, di mana seluruh perlengkapan, termasuk konsumsi selama di perjalanan dipersiapkan oleh Asma Binti Abi Bakkar. Bahkan Asma menggiring gerombolan kambing di belakang unta Nabi dan Abi Bakkar agar jejak unta Nabi dan Abu Bakkar hilang dan tak terdeteksi oleh kafir Qurays. Dan yang terakhir adalah peran non muslim. “Yang menjadi penunjuk jalan sewaktu nabi Hijrah adalah Yahudi. Karena dia yang tahu jalan alternatif yang tak biasa dilewati kafilah menuju Madinah,” kata Saidul Amin.

Jadi, kalau umat Islam ingin belajar dari kesuksesan hijrah Nabi Muhammad SAW. maka lima komponen penting tersebut jangan diabaikan dalam membangun peradaban, kata Saidul Amin. (ghp)