0 menit baca 0 %

Libatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama

Ringkasan: Sungai Pakning (Inmas). Mengawali Program dan Kegiatan Kerukunan Umat Beragama di Tahun 2019 ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Subbag Hukum dan KUB menaja Kegiatan Dialog Kerukunan Lintas Agamase-Provinsi Riau dengan tema Tingkatkan Partisipasi Seluruh Lapisan Masyarakat Da...

Sungai Pakning (Inmas).– Mengawali Program dan Kegiatan Kerukunan Umat Beragama di Tahun 2019 ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Subbag Hukum dan KUB menaja Kegiatan Dialog Kerukunan Lintas Agamase-Provinsi Riau dengan tema “Tingkatkan Partisipasi Seluruh Lapisan Masyarakat Dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama”.

Kegiatan berbentuk dialog ini akan berjalan di 12 kabupaten/kota baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Demikian dikatakan oleh Ka. Kanwil Kemenag. Prov. Riau melalui Kasubbag Hukum dan KUB H. Anasri S.Ag., M. Pd.

“Seperti juga kegiatan tahun-tahun sebelumnya, acara berbentuk dialog kerukunan lintas Agama ini akan ditaja di 12 (dua belas) kabupaten/kota dengan menghadirkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat dan lembaga sosial kemasyarakatan. Kita berharap dengan kegiatan dialog lintas agama ini, akan mampu membangun, membina, menjaga, memelihara bahkan memberdayakan Kerukunan Umat Beragama di daerah Riau ini”, demikian ditegaskan Kasubbag Hukum dan KUB yang merupakan kandidat Doktor Pendidikan Islam ini.

Seperti kegiatan yang bertempat di Kelenteng Hock Hian Kiong di Sungai Selari Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama menajaDialog Kerukunan Lintas Agama yang menghadirkannarasumber dariSubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag. Prov. Riau, Kepala KUA Rupat, Kepala KUA Bukit Batu, serta sejumlahpeserta dialog kerukunan se-Kecamatan Bukit Batu yang antusias mengikuti acara dari awal sampai selesai, pada hari Kamis (27/06).

Acara yang mengangkat Tema melalui dialog lintas agama kita Tingkatkan Partisipasi Seluruh Lapisan Masyarakat Dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragamadibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Kasubbag Hukum dan KUB, H. Anasri, S.Ag., M.Pd.  didampingi narasumber Agus Saputera, S.Ag., MLIS, MH, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bukit Batu, Kepala KUA Kecamatan Rupat, STAIN Bengkalis, serta staff Subbag Hukum dan KUB.

Pertemuan yang dimulai sejak pukul 10.00 Wib membuka sesi pemaparan panelis dan tanya jawab menyangkut permasalahan aktual  terkini yang dialami oleh masyarakat tentang isu-isu kerukunan dan pembangunan rumah ibadatdi Kecamatan Bukit Batudan berakhir pada pukul 12.00 WIB cukup mendapat tanggapan positif dari peserta dialog.

Narasumber Agus Saputera mengingatkan bahwa faktor paling terlihat kasat mata pemicu konflik adalah tentang pendirian rumah ibadah, karena selain menjadi simbol agama yang hadir riil di tengah masyarakat, keberadaan rumah ibadat juga bersentuhan dengan keberadaan masyarakat sekitar dimana rumah ibadat tersebut berada,sebab fungsi rumah ibadah selain bersifat ritual juga berdampak sosial bagi masyarakat sekitar. “Oleh karena itu dalam mendirikan rumah ibadah harus mencermati 3 (tiga) faktor, antara lain: kebutuhan nyata terhadap pendiriannya, tidak mengganggu ketentraman dan kerukunan, dan harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku”, demikian tegas Analis Produk Hukum yang  pernah mengikuti short course di Negara India berkaitan Sain, Budaya, dan Agama ini.

Sementara itu nara sumber dari Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Rupat Masdaruddin, M. Ag,  menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama di Kab. Bengkalis  Ini sangat baik khususnya di Kecamatan Rupat dan Bukit Batu. Beliau berharap melalui dialog lintas agama  masyarakat yang hadir memperoleh pemahaman yang benar mengenai makna kerukunan sehingga Kerukunan umat beragama daerah ini  semakin erat,baik antar agama dan Intern umat beragama “Jangann sampai isu-isu kerukunan umat beragama dicemari oleh kepentingan politik sesaat misalnya dalam suasan pilpres dan pilkada beberapa waktu lalu”, terangnya di hadapan peserta dialog. (Ans/AS/vera)

 

Â