0 menit baca 0 %

Lewati 2 Penyeberangan, Seksi Bimas Islam adakan Monitoring ke Merbau

Ringkasan: Meranti (Inmas) - Setelah melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di beberapa Kantor Urusan Agama (KUA), Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau kembali melakukan kegiatan serupa di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mer...
Meranti (Inmas) - Setelah melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di beberapa Kantor Urusan Agama (KUA), Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau kembali melakukan kegiatan serupa di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Merbau di kota Teluk Belitung pada Kamis (27/07/2017). Sebelum sampai di kota Teluk Belitung, rombongan dari Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam harus melewati 2 (dua) buah penyeberangan sungai dan selat dari kota Selatpanjang yaitu penyeberangan Mekong - Semukut dan penyeberangan Teluk Ketapang - Pelantai. Medan jalan yang cukup sulit juga mewarnai perjalanan yang cukup jauh tersebut.

Perjalanan panjang dan melelahkan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan kewajiban untuk memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap tata kelola dan sistem pelayanan masyarakat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Merbau.

Rombongan Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam diterima langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Merbau Drs. Mukhlas bersama beberapa staf dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti H. Jasmail, S.Ag menjelaskan bahwa kegiatan monitoring merupakan kegiatan rutin dan berkala yang dilaksanakan ย dalam rangka pendalaman dan pengawasan terhadap tugas dan kegiatan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam melayani masyarakat sesuai dengan 5 (lima) budaya kerja Kementerian Agama yaitu integritas, profesional, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. "Kita mau pastikan pelayanan masyarakat berjalan baik dan sesuai dengan 5 (lima) budaya kerja Kementerian Agama". Ujar H. Jasmail.

Menurut H. Jasmail, tantangan Kantor Urusan Agama (KUA) kedepan semakin komplek. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas dengan semua pihak baik itu masyarakat, Pemerintah Daerah, lembaga adat dan organisasi kemasyarakatan. Dengan kerjasama dan sinergitas tersebut diharapkan dapat tercipta harmonisasi dan kerukunan sesama umat beragama dan antar umat beragama di dalam masyarakat.

Setelah melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Merbau, rombongan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam kembali ke ibukota Kabupaten di Selatpanjang dengan rute dan jarak yang sama saat keberangkatan. (zieah).