0 menit baca 0 %

Layanan Konsumsi Jemaah, Makin Efisien dengan Cara Ini

Ringkasan: Pemulangan jamaah gelombang pertama yang dimulai sejak 17 Agustus 2019. Terus berlanjut hingga hari ini. Kloter BTH 07 yang membawa 447 jemaah tiba di Aula keberangkatan Embarkasi Haji Antara Riau pada Sabtu (24/08). Sebagian panitia haji pun terlihat sudah hadir bersiap melayani kepulangan jemaah...

Pemulangan jamaah gelombang pertama yang dimulai sejak 17 Agustus 2019. Terus berlanjut hingga hari ini. Kloter BTH 07 yang membawa 447 jemaah tiba di Aula keberangkatan Embarkasi Haji Antara Riau pada Sabtu (24/08). 

Sebagian panitia haji pun terlihat sudah hadir bersiap melayani kepulangan jemaah haji di aula keberangkatan EHA Riau. Mereka datang sebelum beberapa jam sebelum jemaah masuk ke EHA Riau.

Kepala Bidang Penerimaaan dan Pemberangkatan Jemaah Haji EHA Riau H M Saman S Sos MSi mengatakan para panitia telah menyiapkan menu berupa Snack ringan seperti bubur kacang hijau dan suguhan kopi serta teh hangat untuk jemaah.

“Mereka telah melalui perjalanan yang panjang, mulai dari rangkaian ibadah selama 41 hari hingga perjalan pulang dari Jeddah menuju Bandara Hang Nadim Batam, dilanjutkan lagi penerbangan menuju Pekanbaru” katanya.

Tentunya sangat membutuhkan asupan yang bergizi untuk mengembalikan stamina yang sudah hilang. 

Pihak catering untuk menu snack ringan jemaah haji tahun ini merupakan catering ACS Aerofood ACS Garuda Indonesia Grup. "Mereka melibatkan dua personil dalam melayani jemaah", kata Saman lagi.

Tak seperti sebelumnya, ada yang berbeda dengan cara penyajian menu snack ringan kali ini kepada  jemaah, sebut Saman.

Biasanya jemaah begitu masuk aula langsung antri menuju tempat snack dan mengambil sendiri masing masing snack dalam kemasan kotak tersebut.

“Ternyata cara seperti ini kurang efektif, dan terlalu melelahkan juga bagi jemaah kita ,terlebih lagi jemaah yang lansia dan resiko tinggi”, jelas Saman.

Dari pengalaman itu pihaknya bersama unsur PPIH lain mengaku mengevaluasi kembali cara pemberian menu tersebut. 

 “Sekarang sudah tidak seperti kloter sebelumnya, kita sengaja menaruh kotak snack ringan tersebut di setiap kursi jemaah, agar lebih mudah dan tidak perlu mondar mandir lagi antri mengambilnya di meja panitia” jelasnya.

Ia memastikan cara penyajian seperti ini adalah yang efektif efisien dan terbaik bagi jemaah.

Saman juga meyakini menu bubur kacang hijau adalah menu yang bergizi, paduan santan dan kacang hijau yang lembut semoga membuat jemaah lebih bertenaga usai perjalanan yang melelahkan.

Seperti yang diucapkan Marsidah binti Husin jemaah haji asal Bangkinang. Ia mengaku menu snack ringan yang disediakan oleh panitia membuat tenaganya kembali pulih. “Enak bubur kacang hijaunya, habis sama saya”, katanya sembari terbatuk batuk.

Ibu sembilan anak ini bersyukur sekali atas nikmat kesehatan yang diberikan Allah kepadanya. Jemaah berusia 60 tahun ini mengaku sempat membadalkan almarhum suami dan ibu kandungnya di tanah suci.

Disisi lain Ahmad Royani Bin Khairudin asal Tapung juga menyebut snack yang disajikan panitia enak dan pas untuk diberikan kepada  jemaah.” Bubur dan sandwich nya enak, apalagi karena saya kurang tidur kepala terasa pusing ”, katanya.

"Semoga dengan Snack ini bisa memulihkan tenaga yang tak tidur tidur selama dua hari", harapnya.(vera)