Siak Kecil (Kemenag) – Dalam upaya melawan maraknya pernikahan dini dan kenakalan remaja yang kini kian mengkhawatirkan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siak Kecil melalui peran para Penyuluh Agama Islam kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan generasi muda. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Ma’arif Siak Kecil pada Rabu, (10/12/2025).
Kegiatan BRUS ini diikuti dengan antusias oleh para santri Pondok Pesantren Al Ma’arif Siak Kecil. Dengan mengusung tema pencegahan pernikahan dini serta pembinaan akhlak remaja, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar nyata KUA Siak Kecil dalam mempersiapkan generasi muda yang matang secara usia, mental, spiritual, serta sosial sebelum memasuki jenjang pernikahan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 10 sampai dengan 11 Desember 2025
Penyuluh Agama Islam KUA Siak Kecil menyampaikan materi secara komprehensif mengenai pentingnya pendidikan, kesiapan mental, serta tanggung jawab besar dalam membangun keluarga. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman tentang dampak negatif pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, ekonomi, maupun keberlanjutan pendidikan. Tak kalah penting, para santri juga dibekali dengan nilai-nilai akhlakul karimah sebagai benteng utama dalam menghadapi pergaulan bebas dan kenakalan remaja.
Ahmad Syahril, S.Ag, selaku Plt. Kepala KUA Kecamatan Siak Kecil melalui keterangannya menyampaikan bahwa program BRUS merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama dalam rangka membina remaja agar memiliki pemahaman yang benar tentang pernikahan, pergaulan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Ia menegaskan bahwa remaja harus dipersiapkan bukan hanya dari aspek usia biologis, tetapi juga dari sisi kematangan emosional, spiritual, dan sosial.
“Pernikahan dini dan kenakalan remaja ibarat ‘virus’ yang dapat merusak masa depan generasi muda jika tidak ditangani secara serius. Melalui BRUS ini, kami berharap para santri mampu membentengi diri, memiliki visi hidup yang jelas, serta tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan besar seperti pernikahan,” ujarnya.
Pihak Pondok Pesantren Al Ma’arif Siak Kecil menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi sinergi yang terjalin antara KUA Siak Kecil dengan lembaga pendidikan pesantren. Menurut pihak pesantren, kegiatan BRUS sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini yang menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial akibat perkembangan zaman.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif, penuh diskusi, serta tanya jawab yang hidup. Para santri tampak aktif menyampaikan pendapat dan pertanyaan seputar pergaulan, masa depan, serta kesiapan membangun rumah tangga secara Islami kelak dikemudian hari.
Dengan suksesnya pelaksanaan BRUS ini, KUA Siak Kecil berharap dapat terus memperluas jangkauan pembinaan kepada remaja di wilayah Kecamatan Siak Kecil sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mencetak generasi yang sehat, berakhlak, dan siap membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah di masa depan.