Dumai (Kemenag) – Anak-anak Panti
Asuhan Do’a Ayah Ibu tampak berkumpul dengan antusias. Kehadiran Penyuluh Agama
Islam (PAI) Dumai Kota bukan sekadar mengajarkan hafalan surat pendek dan doa
sehari-hari, tetapi juga menumbuhkan mental, motivasi, dan semangat mereka
dalam menghadapi kehidupan. Rabu (27/11/2025) 17.00 WIB.
Selama kegiatan, anak-anak
menyetorkan hafalan ayat-ayat Al- Qur’an serta doa-doa pendek harian penting
untuk dijadikan pegangan hidup. Setiap anak didampingi oleh tim penyuluh yang
membimbing dengan sabar dan penuh kasih sayang, memastikan mereka tidak hanya
menghafal, tetapi juga memahami maknanya.
Kegiatan ini sekaligus menekankan
penguatan karakter, disiplin, dan rasa percaya diri. Nanda Juniarti, salah satu
Penyuluh yang memimpin kegiatan sore itu menekankan pentingnya semangat dan
sikap positif: “Kalian harus selalu semangat, ceria, dan jangan pernah putus
asa. Setiap langkah kecil yang kalian lakukan, walaupun terlihat sederhana,
akan membentuk hati yang besar. Teruslah belajar, terus berdoa, dan yakinlah
bahwa usaha kalian akan membawa kebaikan.”
Kegiatan menjadi lebih hidup saat
anak-anak bergiliran menyetorkan hafalan surat pendek dan doa harian. Mereka
saling membantu satu sama lain dengan saling mengingatkan, dan memberi semangat
agar hafalan mereka semakin mantap.
Pendekatan ini tentu bukan hanya
mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menumbuhkan ikatan sosial positif, mental
tangguh, dan optimisme sejak dini, sehingga anak-anak lebih siap menghadapi
tantangan hidup di masa depan.
Salah seorang anak panti mengaku,
“Belajar dan menyetorkan hafalan bersama ibu-ibu penyuluh membuat kami lebih
semangat dan percaya diri. Rasanya menyenangkan bisa mengulang doa dan surat Al-
Qur’an dengan teman-teman.”
Ungkapan tersebut menjadi bukti
nyata bahwa penyuluhan rutin mampu memberikan energi positif dan inspirasi bagi
anak-anak panti.
Kegiatan ini akan terus
berlangsung secara berkala, dengan materi yang diperbarui secara
berkesinambungan, agar anak-anak tetap termotivasi, ceria, dan tidak mudah
menyerah, menapaki setiap langkah kecil menuju hati yang besar. (Athifa/Arief)