0 menit baca 0 %

Kunjungan persiapan MQK di Pontren Bidayatul Hidayah Kab. Rohil

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas) - Dalam rangka mempersiapkan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tahun 2020, Pelaksana tugas (Plt) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melaksanakan kunjungan di Pondok Pesantren (Pontren) Bidayatul Hidayah (BDH) Kepenghuluan/Desa Cempedak Rahuk Kecamata...

Rokan Hilir (inmas) - Dalam rangka mempersiapkan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tahun 2020, Pelaksana tugas (Plt) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melaksanakan kunjungan di Pondok Pesantren (Pontren) Bidayatul Hidayah (BDH) Kepenghuluan/Desa Cempedak Rahuk Kecamatan Tanah Putih, Selasa (10/3/2020).

Kunjungan tersebut melibatkan 4 unsur penting pemerintahan. Pemerintah Propinsi Riau, Kepala Biro (Karo) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Masrul Kasmy beserta rombongan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Rohil, Asisten administrasi umum dan kesra Ali Asfar dan rombongan, Kepala bidang (Kabid) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Riau, H. Fairus, Kasi beserta rombongan, Kasi Pakis H. Suhami dan Kasi Penmad Kemenag Rohil.

Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau dan membahas MQK dimana Pontren BDH adalah kandidat tuan rumah satu satunya. Dan bagi Pemprov Riau dan Pemda Kab. Rohil pelaksanaan MQK yang akan datang adalah kegiatan perdana. Sementara bagi Kementerian agama dimana pondok pesantren adalah bagian dari lingkup kerja kementerian, MQK tahun ini adalah kali ketujuh.

Demikian hal-hal yang terungkap dalam pembicaraan pertemuan tersebut. Pihak Pemprov berbicara tentang ketersediaan anggaran, pihak Pemda Rohil bicara tentang bagaimana menjadi kabupaten tuan rumah yang baik,  pihak Kanwil Kemenag menjelaskan tentang Pondok Pesantren, pihak Kemenag Kab. Rohil dan Pontren BDH menyampaikan tentang sarana prasarana MQK yang diperkiraan akan kedatangan ribuan orang baik penggembira maupun peserta.

Dr. Fakhri, Kasi Pontren secara explisit dalam arahannya menjelaskan mengenai juklak dan juknis MQK bagi sejumlah pondok pesantren, dan langkah apa saja yang harus dilakukan merupakan sebuah upaya untuk pondok-pondok pesantren mempersiapkan santri-santrinya mengikuti lomba MQK yang akan diselenggarakan tahun 2020 ini.

“Selain silaturahmi, kunjungan ke pondok pesantren ini merupakan langkah untuk kemenag, mengingatkan kepada pembina dan pimpinan pondok pesantren agar menyiapkan para kandidat yang nantinya menjadi delegasi dalam kegiatan MQK’’ ungkapnya.

Menurutnya, persiapan bagi santri sangat dibutuhkan sebagai bekal dalam menghadapi kompetisi. Sehingga dengan persiapan lebih awal maka mental dan kualitas latihan tentunya akan menentukan siap tidaknya saat mengikuti perlombaan. “Bukan tidak mungkin santri kompetitor lain bisa jadi bersiap lebih awal jauh sebelum pengumuman perlombaan disosialisasikan,” katanya.

Pimpinan pondok pesantren BDH, Buya Hasanudin mengatakan MQK menjadi agenda rutin untuk mengasah potensi para santri, khsusnya bagi mereka yang memang dipersiapkan untuk perlombaan.

“Kami berharap dengan kunjungan ini dan Pontren kami yang akan menjadi tuan rumah bisa mempersiapkan lebih awal sehingga para santripun juga lebih berani dalam menghadapi berbagai kemungkinan,” katanya.

Menurut Kasi Pakis, H. Suhaimi, kemenangan memang penting, namun tujuan dari perlombaan ini, bagaimana kita meraih keberkahan karena musabaqah ini adalah penguasaan para santri dalam memahami kitab kitab kuning yang merupakan karangan ulama ulama terdahulu yang kita kenal dengan istilah salafussholih.

“Keberkahan dalam mengikuti perlombaan adalah hal paling utama sehingga, menangpun tetap berkah kalahpun tetap berkah di mata Allah SWT,” ujarnya.

Usai melakukan pembicaraan dalam ruangan, selanjutnya meninjau sarana MQK baik pemondokan, MCK, ketersediaan air, tempat parkir, tempat cabang lomba, mimbar utama dll. Kegiatan ditutup dengan makan bersama. (Nsh)