0 menit baca 0 %

Kultum Jum'at, Kisah Nabi Isa dan Tiga Bongkah Emas

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Hari Jum'at pagi (29/03/2019) Pegawai Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi kembali berkumpul di Musholla Al-Ikhlas, untuk melaksanakan kegiatan rutin pembinaan mental dan rohani pegawai. Selain pegawai Kemenag, diikuti juga oleh seluruh pegawai KUA kecamatan Kuantan...

Kuansing (Inmas), Hari Jum'at pagi (29/03/2019) Pegawai Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi kembali berkumpul di Musholla Al-Ikhlas, untuk melaksanakan kegiatan rutin pembinaan mental dan rohani pegawai. Selain pegawai Kemenag, diikuti juga oleh seluruh pegawai KUA kecamatan Kuantan Tengah.

Acara pagi itu dibagi menjadi 3 sesi, sesi pertama pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Qori Riyal Sasri, S.Pd.I. Sesi kedua, ceramah agama yang disampaikan oleh staf Bimas Islam Eka Permata Sari, S.Ag. Dan sesi terakhir, pengarahan yang disampaikan oleh Kasubbag TU H. Armadis, S.Ag mewakili Kakankemenag Kuansing yang sedang dinas luar.

Dalam ceramah yang disampaikannya, Eka Permata Sari menceritakan tentang kisah Nabi Isa melakukan perjalanan bersama dengan satu orang Yahudi. Dalam perjalanan mereka menemukan 3 bongkah emas, Nabi Isa pun menyerahkahkan ketiga bongkah emas tersebut kepada teman seperjalanannya yang orang Yahudi.

Nabi Isa pun pergi dan tinggalah orang Yahudi itu dengan 3 bongkah emasnya. Sepeninggal Nabi Isa, orang Yahudi itu didatangi oleh 3 orang pemuda yang ingin mengambil emasnya. Untuk mendapatkannya 3 orang pemuda tadi membunuh orang Yahudi, dan emas itu pun berpindah ke tangan 3 pemuda tadi.

Karena sifat serakah dan ingin menguasai emas itu seorang diri mereka saling merencanakan pembunuhan, dan akhirnya terbunuhnya 3 pemuda tadi. Tinggalah saat itu 3 bongkah emas disamping 4 orang yang sudah menjadi mayat.

Kembali kepada Nabi Isa, karena sesuatu hal akhirnya ia memutuskan untuk kembali lagi kepada orang Yahudi yang telah ia tinggalkan tadi dengan 3 bongkah emasnya. Sesampainya Nabi Isa ditempat orang Yahudi, ia mendapati ada 4 orang yang sudah meninggal dan disisinya ada 3 bongkah emas. Nabi Isa pun berkata, inilah akibat bila terlalu cinta pada dunia.

Diakhir tausiyahnya Eka Permata Sari menyampaikan hikmah yang bisa diambil dari ceritanya, yaitu pandai-pandai dalam memilih kawan dan jangan terlalu cinta kepada dunia, karena semuanya pasti akan ditinggalkan. (n/r)