Dumai (Inmas)- Kaligrafi Riau berkembang begitu cepat dan peserta lomba kaligrafi juga selalu diikuti dengan antusias, baik tingkat daerah maupun Nasional, terbukti dengan banyaknya prestasi yang telah diukir.
Hakim Nasional MTQ Riau ke 36 Tahin 2017, Dr H Didin Sirajuddin AR M Ag, Kamis (14/12/2017) di LAM Dumai mengatakan, ada 5 syarat dan 5 tujuan untuk jadi Kaligrafer Handal. "Jika hal tersebut terpenuhi, maka Kaligrafer akan bisa menghasilkan karya terbaik dan memenuhi ketentuan ketentuan perkaligrafian," jelas Didin.
Pertama, mengikuti trik trik belajar kaligrafi yang benar, sehingga peserta sudah memiliki pengetahuan yang sangat cukup tentang gaya- gaya dan bentuk bentuk mazhab-mazhab.
Kedua, memahami detail detail huruf, seperti perbedaan waw naskhi dan waw sulis, bagaimana menulis kha awal, tengah dan akhir dan detail tulisan lainnya.
Ketiga, penetapan terhadap apa yang mereka ketahui dan pahami, diterapkan dalam bentuk karya musabaqah khat Alquran sehingga karya- karyanya sesuai dan cocok dengan hukum hukum seni rupa dan kaligrafi .
Empat, analisa yaitu membandingkan antara karya peserta dengan karya master, sehingga lahir karya yang luar biasa. Dan peserta khat di Riau sangat suka membanding bandingkan karyanya dengan karya gurunya sehingga menghasilkan khat yang bagus.
Kelima, evaluasi yaitu menyimpulkan karya yang sudah dibuat dan ditulis sudah bagus atau belum. Dan ini juga sudah dilakukan oleh kaligrafer Riau.
"Ini adalah syarat bagaimana kaligrafi berkembang dengan pesat. Dan dari keseluruhan syarat sudah terpenuhi, peserta juga termasuk memahami 5 tujuan sebenarnya dari menulis dan melukis kaligrafi," jelasnya.
Adapun tujuan tersebut yang pertama Al Ahdap atau Alimiah yaitu kaligrafi digunakan sebagai sarana ilmu pengetahuan, untuk menulis buku, pelajaran dan Alquran. Kedua, Al Ahdab Attarbiyah yaitu tujuan pendidikan atau edukasi, kaligrafi dapat mendidik anak yang menulis menjadi santun dan sabar, karena saat menulis membutuhkan kesabaran dan kreatif. "Karena disini ada kedabaran bagaimana kepandaian menyusun huruf huruf, komposisi, menyambung dan lainnya," terangnya.
Ketiga, Al Ahdab Al Amaliah yaitu tujuan praktis dimana kaligrafi digunakan segala kepentingan menulis buku, menulis Al quran, surat dan iklan. Empat, Al Ahdab Alfaniah tujuan estetis, kaligrafi sebenarnya sarana keindahan. Para peserta lomba menulis melukis, menghias masjid, rumah dan sebagiannya.
Lima, Al Ahdab Annafia tujuan ekonomis, kaligrafi bisa menjadi sumber usaha. Dan para kaligrafi membuat karya karya yang bisa dijual dipasar, mendapatkan hadiah dan bonus bonus dari lomba dan lainnya.
"Tujuan kaligrafi salah satunya menjadikan kaligrafi sebagai sumber usaha. Dan Alhamdulillah semuanya itu telah dicapai oleh khatta khattata dan kaligrafi Riau," pungkasnya. (mus/non/faj/anto)
Kuasai 5 Syarat dan 5 Tujuan Untuk Jadi Kaligrafer Handal
Ringkasan:
Dumai (Inmas)- Kaligrafi Riau berkembang begitu cepat dan peserta lomba kaligrafi juga selalu diikuti dengan antusias, baik tingkat daerah maupun Nasional, terbukti dengan banyaknya prestasi yang telah diukir. Hakim Nasional MTQ Riau ke 36 Tahin 2017, Dr H Didin Sirajuddin AR M Ag, Kamis (14/12/2017...