Kuansing ( inmas) Kabupaten Kuantan Senjak semula adanya memang selalu aman dalam segi lerukunan umat beragama, demikian disampaikan oleh Ketua FKUB Kuantan Singingi H. Bakhtiar Shaleh, S. Ag., MH ketika menyampaikan pokok-pokok fikirannya pada acara Rapat Singkronisasi dan Evaluasi Progam FKUB se Propinsi Riau yang digelar di Gedung Daerah Kabupaten Bengkalis Kamis kemaren 18 Juli 2018. Bakhtiar juga menambahkan bahwa kerukunan terwujud disebabkan masyarakat Kab. Kuantan Singingi sudah biasa bersama-sama bahkan sudah menjadi tradisi dan budaya salah satunya yang terkenal dengan istilah BATOBO. Selain itu faktor mendukung yabg sangat menentukan juga karena masyarakat Kuantan Singingi mayoritas beragama Islam (98 %) tambahnya. "Ya Kerukunan itu terwujud salah satu penyebab utamanya karena masyarakat Kuantan Singingi itu 98 ?ragama Islam, itu kuncinya"
Bakhtiar tidak menepis adanya riak-riak kecil atau gesekan dalam hal hubungan kehidupan umat beragama di Kuantan Singingi, tetapi hal itu lebih disebabkan karena adanya masyarakat kita yang tidak mau mentaati aturan yang ada dan itu bukan dari yang mayoritas katanya.
Pada kesempatan tersebut Bakhtiar memaparkan program FKUB baik yang telah di lakukan maupun yang belum diantaranya:
1. Konsolidasi Internal, dilaksanakan satu kali sebulan
2. Sosialisasi PBM No 9 dan 8 Tahun 2006Â
3. Singkronisasi Program baik dengan Kementerian Agama maupun dengan Badan Kesbangpol Kab. Kuantan Singingi
4. Rapat Koordinasi Lintas Sektoral
5. Temu komunikasi dan
6. Dialog-Dialog Kerukunan.
Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kab. Bengkalis Bapak H. Bustami, SH, Unsur Kanwil Kemenag Propinsi Riau, FKUB Propinsi Riau, Kemenag Kab/Kota Se Propinsi Riau serta FKUB Kab/ Kota Se Propinsi Riau.
Untuk Kankemenag Kab. Kuantan Singingi di wakili Oleh Ka. Subbag TU. Bapak H. Armadis, S. Ag., MH. (Btr)