Riau (Inmas) – Kementerian Agama Provinsi Riau sudah mulai melakukan persiapan menyambut musim haji Tahun 2019 ini. Selain persiapan dokumen haji, pemeriksaan kesehatan jamaah, hingga rekrutmen petugas haji PPIH dan TKHI Kemenag juga tengah menunggu penetapan Embarkasi Haji Antara melalui penetapan SK dari Kemenag Pusat. KKP sebagai salah satu instansi yang akan berperan besar dalam proses penyelenggaraan ibadah haji sepenuhnya siap mendukung dan berpartisipasi dalam bentuk layanan kesehatan jamaah. Ini poin star yang diungkapkan oleh Dr R Melda Indri Purnama MM saat menjadi salah seorang narasumber pada Rapat Lintas Sektoral Penyelenggaraan Ibadah Ibadah Haji 1440 H, Rabu (12/02).
Selain itu Ia memaparkan lebih jauh terkait persiapan bantuan dinas kesehatan dan KKP dalam penyelenggaraan ibadah haji 1440 H.
Ia menyampaikan sejumlah hambatan yang mungkin terjadi dalam masa persiapan layanan kesehatan dalam rencana Embarkasi haji Antara musim haji Tahun ini. Pertama, koordinasi“Ini akan running, untuk pemula tentu akan ada sejumlah hambatan yang muncul”,terangnya. Ia menilai pada permulaan ini semua instansi terkait harus tahu dan memahami perannya masing masing dan meningkatkan koordinasi yang intens. Menurutnya perjuangan untuk mewujudkan Embarkasi haji yang baik harus bekerja keras, bersinergi antara Kemenag dan Pemprov serta instansi terkait.
“Mungkin akan sedikit muncul misskom nantinya, tapi kalau disikapi dengan hati yang besar bersama sama insyaallah bisa berjalan dengan baik”, harapnya. Ia mengaku pihaknya sudah meninjau langsung gedung yang akan dijadikan Embarkasi ANTARA Haji Riau. Menurutnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diperbaiki karena kalau tidak akan mengurangi standar pelayanan, seperti air yang masih tercium baunya dengan kedalaman baru 30 meter.
“Ini yang dikhawatirkan nanti tidak akan mencukupi untuk menampung jamaah yang di estimasi jumlahnya mencapai 450 orang calhaj untuk satu kloternya”, ungkapnya. Begitu juga dengan sanitasi, menurut pantauannya secara langsung saluran air masih belum mengalir keluar, air tidak berjalan lancar menuju parit Embarkasi bahkan ada jentik nyamuknya.
“Hal ini yang tidak boleh, harus kita sikapi secara cepat dan tepat, apalagi ini akan menjadi Embarkasi, artinya Embarkasi adalah bandara yang pindahkan. Tentunya sudah dilakukan SOP Bandara, sudah dilakukan karantina, maka untuk hal.hal yang dikhawatirkan seperti jentik nyamuk harus dipastikan nol. “Ini bisa menjadi bibit penyakit yang akan dibawa jamaah haji ke tanah suci.
Kedua, terkait SDM layanan kesehatan, pihaknya mengaku sudah melakukan rapat internal dengan rekan rekan dikesehatan dan dibantu dari dinas kesehatan juga akan dibantu oleh dokter, perawat dan tenaga analis kesehatan. “40 orang tenaga medis nanti akan diturunkan untuk layanan kesehatan di Embarkasi haji setiap shift, kita ada dua shift nanti”, jelas Melda.
Ketiga, terkait anggaran. Saat ini Ia mengaku pihak kesehatan tengah menunggu SK penetapan Rusunawa sebagai Embarkasi Antara Haji Riau dari pusat. “Jika ada kesempatan blokir anggaran yang dibuka untuk revisi penambahan anggaran dengan catatan bisa disisipi dan dialihkan untuk penyelenggaraan Embarkasi Haji Antara.”Kami akan follow up terus hingga turun SKnya dari pusat, kita hanya bisa menunggu yang punya wewenang adalah pihak pusat”, ujarnya.
Ia sepakat bahwa kelengkapan asrama haji perlu menjadi perhatian serius.”Suksesnya pelayanan di Embarkasi haji merupakan tolak ukur bukti sinergitas di antara 9 instansi yang terlibat dan pihak terkait”, ucapnya optimis.(Vera)