Tembilahan (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tembilahan Hulu menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang menarik pada hari Selasa, (21/10/2025). Sebanyak empat pasang calon pengantin (catin) yang hadir merasakan pengalaman berbeda dengan adanya sesi praktik Tepuk Sakinah yang kini tengah viral di kalangan catin se-Indonesia.
Gerakan tepuk tangan berirama yang sarat makna ini dipandu
langsung oleh Penyuluh Agama Islam (PAI), Lia Afriani. Tepuk Sakinah ini
merupakan metode edukasi pranikah yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai
dasar rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah dengan cara yang ringan
dan menyenangkan.
Penyuluh Agama Islam Lia Afriani menjelaskan bahwa adopsi
Tepuk Sakinah ini didasari tren positif di media sosial, dan merupakan kreasi
yang dicetuskan oleh akademisi terkemuka.
"Kami di KUA Tembilahan Hulu mengikuti yang lagi viral
untuk catin. Tepuk Sakinah ini memiliki pencetus, yaitu Prof. Alimatul Qibtiyah,"
ungkap Lia Afriani. "Jadi, kami hanya mengikuti trend positif catin
Tepuk Sakinah ini, sebagai inovasi agar materi Bimwin lebih mudah diserap dan
diingat."
Lia Afriani menambahkan bahwa Tepuk Sakinah bukan sekadar
selingan atau hiburan, namun memiliki makna mendalam yang wajib direnungkan
oleh setiap pasangan.
"Bagi Kami Penyuluh Agama dan Pemateri Catin, Tepuk
Sakinah bukan sekadar tepuk atau ice breaking di tengah penyampaian
materi. Tetapi di dalamnya terkandung Doa, harapan yang baik untuk memulai
biduk rumah tangga," tegasnya.
Teks Tepuk Sakinah yang dipraktikkan meliputi pilar-pilar
penting:
- Berpasangan
(3x)
- Janji
kokoh (3x)
- Saling
cinta
- Saling
hormat
- Saling
jaga
- Saling
ridho
- Musyawarah
- Untuk
sakinah
"Kami berpesan kepada semua catin: Ambil nilai positif
dari Tepuk Sakinah dan realisasikan makna dari setiap barisnya di rumah tangga
para Catin. Janji kokoh, saling ridho, dan musyawarah adalah kunci abadi menuju
keluarga sakinah," pungkas Lia Afriani. (Ria)