Pangkalan Kerinci (Kemenag) Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperdalam pemahaman keagamaan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalan Kerinci kembali menyelenggarakan kegiatan rutin I rab Al-Qur an. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat pagi (3/10/2025) pukul 08.00 WIB di Aula Balai Nikah KUA Pangkalan Kerinci, dan diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan KUA, termasuk Kepala KUA, para penghulu, penyuluh agama Islam, serta staf pelaksana.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap Jumat pagi ini bertujuan untuk mendalami aspek kebahasaan dalam Al-Qur an, khususnya terkait dengan analisis gramatikal atau i rab. I rab merupakan salah satu cabang penting dalam ilmu nahwu yang berkaitan dengan perubahan harakat akhir kata dalam struktur bahasa Arab. Pemahaman yang mendalam terhadap i rab sangat penting untuk menafsirkan Al-Qur an secara tepat, baik dari sisi makna maupun konteks penggunaannya.
Kepala KUA Pangkalan Kerinci Sudur menegaskan bahwa, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tetapi merupakan bagian dari upaya strategis untuk membentuk ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga religius dan memiliki kecakapan dalam ilmu-ilmu keislaman. Al-Qur an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pegawai KUA memiliki bekal keilmuan yang cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan, ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan serius dan antusias. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, di mana setiap peserta diberi kesempatan untuk menganalisis struktur ayat, menjelaskan i rab-nya, serta mendiskusikan makna yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan, tetapi juga mempererat semangat kebersamaan dan budaya belajar di lingkungan kerja.
Sudur berkomitmen untuk menjadikan kegiatan I rab Al-Qur an sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan yang mampu menciptakan ASN yang unggul secara spiritual dan intelektual. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap Al-Qur an, para pegawai diharapkan dapat memberikan pelayanan keagamaan yang lebih berkualitas kepada masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di Kementerian Agama, yang tidak hanya menekankan pada efisiensi kerja, tetapi juga pada peningkatan integritas dan kapasitas spiritual pegawai. Harapannya, program semacam ini dapat terus digalakkan dan menjadi inspirasi bagi satuan kerja Kemenag lainnya di seluruh Indonesia.(dbs)