Tembilahan (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (catin) pada Senin (20/10/2025). Uniknya, Bimwin kali ini dilaksanakan dengan menjalin kolaborasi erat bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Sapat, guna memperkuat pengetahuan catin di bidang kesehatan reproduksi dan gizi keluarga.
Kegiatan yang diikuti oleh empat pasang calon pengantin
(catin) ini dihadiri langsung oleh Kepala KUA Kuindra, H. Ruhiat, bersama
dengan Penyuluh Agama Islam dan staf KUA. Keterlibatan tenaga kesehatan menjadi
nilai tambah yang krusial. Dua narasumber utama dari Puskesmas Sapat yang hadir
adalah Arfina Damayanti, S.Tr.Keb (Koordinator Bidan Puskesmas Sapat) dan Maysarah,
A.Md.Gz (Ahli Gizi Puskesmas Sapat).
Materi yang disampaikan fokus pada kesehatan pranikah,
persiapan kehamilan yang sehat, hingga pentingnya asupan gizi seimbang untuk
mencegah stunting pada anak.
Dalam hal ini, Kepala KUA Kuindra, H. Ruhiat mengatakan
bahwa pernikahan bukan hanya soal sah secara agama dan negara tetapi juga kesiapan
fisik dan mental para catin. "Kami menyadari bahwa pernikahan bukan hanya
soal sah secara agama dan negara, tetapi juga soal kesiapan fisik dan mental
untuk membangun generasi sehat," kata H. Ruhiat.
Beliau melanjutkan, "Kolaborasi dengan Puskesmas ini
adalah wujud nyata komitmen KUA Kuindra dalam mengimplementasikan program
pemerintah terkait pencegahan stunting dan menciptakan keluarga yang
berkualitas. Kami ingin catin di sini tidak hanya siap di pelaminan, tapi juga
siap menghadapi tantangan kesehatan di masa depan."
Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta, narasumber, dan
staf KUA melaksanakan gerakan bersama 'Tepuk Sakinah'. Gerakan ini merupakan
simbol semangat untuk mewujudkan rumah tangga yang tentram, damai, dan penuh
berkah.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Dengan
adanya ibu Bidan dan Ahli Gizi, materi Bimwin menjadi lebih komprehensif.
Bahkan, tadi kami bersama-sama melakukan Tepuk Sakinah untuk menyemangati para
catin. Ini adalah cara kita menanamkan optimisme dalam membangun keluarga sakinah,
mawaddah, warahmah," tutup H. Ruhiat.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mencetak
calon-calon orang tua yang sadar akan pentingnya kesehatan dan gizi bagi
keberlangsungan keluarga. (Ria)