Kemenag Kuansing (Inmas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Hilir melaksanakan kegiatan gotong royong (goro) pembuatan kursi dan meja pegawai pada hari Kamis, 04/12/2025 bertempat di halaman kantor KUA. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan dan efektivitas kerja, seiring dengan bertambahnya jumlah pegawai serta keterbatasan ruang kerja yang tersedia.
Penambahan pegawai baru di KUA Kuantan Hilir membawa dampak positif terhadap kualitas pelayanan masyarakat, namun kondisi ruangan yang tidak mencukupi membuat fasilitas pendukung seperti kursi dan meja kerja harus segera disediakan. Menyikapi hal tersebut, jajaran pegawai berinisiatif melakukan pembuatan sarana kerja secara mandiri melalui kegiatan gotong royong.
Kepala KUA Kuantan Hilir Yusnadi menyampaikan bahwa gotong royong ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus komitmen seluruh pegawai dalam menciptakan suasana kerja yang nyaman dan produktif. “Dengan bertambahnya pegawai, tentu kebutuhan fasilitas kerja juga harus terpenuhi. Daripada menunggu waktu pengadaan yang belum pasti, kami sepakat membuat meja dan kursi secara mandiri. Semangat kebersamaan ini juga bagian dari ibadah dan pengabdian pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan “Pelayanan kepada masyarakat membutuhkan kesiapan sarana dan prasarana. Alhamdulillah, para pegawai menunjukkan semangat luar biasa untuk berkontribusi bersama demi kelancaran tugas dan kenyamanan di tempat kerja,” ungkapnya.
Kegiatan gotong royong berlangsung dengan penuh kekompakan. Para pegawai tampak membagi tugas mulai dari pengukuran bahan, pemotongan kayu, penyusunan struktur, hingga pengecatan. Pada akhir kegiatan, beberapa unit meja dan kursi berhasil diselesaikan dan langsung ditempatkan di ruang kerja pegawai.
Dengan terealisasinya pembuatan meja dan kursi tambahan ini, diharapkan kinerja dan pelayanan KUA Kecamatan Kuantan Hilir semakin optimal, khususnya dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat. Semangat kebersamaan yang tercipta melalui gotong royong ini juga diharapkan terus terjaga sebagai budaya positif di lingkungan KUA. (Jems)