Siak (Humas) – Semakin banyaknya Mualaf di Kampung se Kecamatan Sungai Apit, maka dipandang perlu untuk dilakukan pembinaan secara berkelanjutan oleh lembaga/instansi yang peduli dengan para mualaf. Minimnya sarana dan media bagi mualaf untuk mempelajari ilmu Agama Islam yang baru dianutnya mendorong beberapa lembaga/instansi untuk melakukan pembinaan dan penguatan aqidah.
Majelis Ulama Indonsia (MUI) Kecamatan Sungai Apit dan KUA Kecamatan Sungai Apit menjadi motor penggerak dalam kegiatan pembinaan mualaf ini. Acara pembinaan mualaf dilaksanakan di beberapa Kampung. Dianatarnya Kampung Penyengat. Kegaiatan Pembinaan Mualaf dipusatkan di Masjid Al Hidayah, Kampung Sungai Rawa di masjid Al Mustaqim dan Kampung Rawa Mekar Jaya di Masjid Muhajirin.
Tampak hadir Kepala KUA Sungai Apit Harman, S.Ag, pengurus MUI Sungai Apit, Penghulu (Kepala Desa) beserta perangkatnya, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Harman memalui pesan singkatnya menjelaskan bahwa kegiatan Pembinaan Mualaf ini tidak berhenti diacara ini saja, namun masih akan dilanjutkan secara berkala.
“Belum adanya guru pembimbing tetap bagi mualaf, mengharuskan perwakilan Kemenag di Kecamatan melakukan pembinaan”, tutupnya. (gn)
*edit by novam