Kuala Kampar (Kemenag) — Dalam upaya menekan angka pernikahan dini di kalangan remaja, KUA Kecamatan Kuala Kampar bersama pihak Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kuala Kampar mengadakan kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan dini Selasa pagi (25/11) pukul 08.20 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Madrasah Aliyah Jalan Parit Mawar, Teluk Dalam.
Acara ini dihadiri oleh Kepala KUA Kuala Kampar, Mislan, Kepala Sekolah MA dan MTs, para tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh siswa-siswi madrasah yang menjadi sasaran utama kegiatan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya risiko pernikahan dini, dan KUA Kuala Kampar turut diundang untuk memberikan penguatan materi serta dukungan edukatif, sehingga kolaborasi keduanya semakin memperkuat tujuan bersama dalam melindungi generasi muda dari dampak negatif pernikahan dini.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Aliyah, Al Amansyah, menegaskan pentingnya pemahaman siswa terkait risiko pernikahan di usia yang belum matang. KUA Kuala Kampar Mislan, turut memberikan sambutan yang menekankan urgensi edukasi sejak dini terkait dampak pernikahan muda. Sosialisasi dipandu oleh salah satu tenaga pendidik agama yang memaparkan berbagai materi mengenai bahaya pernikahan dini, mulai dari dampak kesehatan mental, ketidakstabilan ekonomi, hingga tanggung jawab rumah tangga yang belum mampu dipikul oleh remaja. Peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi interaktif.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, yang diharapkan menjadi doa bersama pula bagi masa depan para peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bijaksana dalam menyikapi setiap pilihan hidup.
Melalui sosialisasi ini, pihak madrasah dan KUA menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat pendidikan karakter dan pemahaman agama bagi para remaja, sehingga wawasan siswa mengenai risiko pernikahan dini semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi muda Kuala Kampar yang kuat, berdaya, serta mampu merencanakan masa depan dengan lebih terarah. Pendidikan dan agama menjadi fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan visioner.(dbs)