KSM Tingkat Provinsi Riau Resmi Ditutup
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas) – KSM (Kompetisi Sains Madrasah) Tingkat Provinsi Riau resmi ditutup Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Tarmizi Tohor MA di Hotel Mona Plaza pada Jumat malam, (20/9). Kegiatan yang berlangsung mulai 18 September itu merupakan ajang memotivasi siswa...
Pekanbaru (Humas) – KSM (Kompetisi Sains Madrasah) Tingkat Provinsi Riau resmi ditutup Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Tarmizi Tohor MA di Hotel Mona Plaza pada Jumat malam, (20/9). Kegiatan yang berlangsung mulai 18 September itu merupakan ajang memotivasi siswa madrasah untuk berprestasi dalam bidang sains. Selain itu, KSM juga merupakan pemanasan menuju KSM tingkat nasional yang bakal dilaksanakan di Malang Jawa Timur pada 5 -9 November nanti.
Pada kesempatan itu, Drs H Tarmizi Tohor MA mengharapkan kepada siswa yang ikut untuk selalu meningkatkan kreatifitas belajar.
“Semua kalian ini adalah pemenang dan menjadi terhebat di sekolah masing-masing. Cuma harus ada yang dipilih siapa yang paling bagus untuk dibawa ke KSM Tingkat Nasional nanti. Dan karena jumlahnya banyak, tak mungkin semuanya akan kita bawa ke Malang tersebut,†ujar Kakanwil sambil berseloroh. “Tingkatkan terus prestasinya. Jadikan kegagalan itu sebagai kesuksesan yang tertunda.â€
Pada kesempatan itu Kakanwil juga mengingatkan bahwa standar majunya sebuah madrasah ditentukan dua hal, yaitu kualitas atau tingkat jumlah kelulusan siswanya, serta sejauh mana minat masyarakat untuk memasukkan anaknya ke madrasah. “Kalau tingkat kelulusan siswanya tinggi dan ditambah lagi dengan makin tingginya minat masyarakat memasuki madrasah, itulah bukti kalau madrasah tersebut maju,†ujar kakanwil.
Pada arahan tersebut, kakanwil juga berencana mendirikan Madrasah Perikanan dan Kelautan setelah pada tahun ini Kanwil Kemenag Provinsi Riau membangun MAN Insan Cendikia Siak di Perawang. “Setelah berdirinya MAN Insan Cendikia di Siak tahun ini, ke depan kita akan berencana juga mendirikan Madrasah Perikanan dan Kelautan yang bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan. Di Riau ini, kita bermimpi membangun MAN di tepi laut, yang di sana terdapat kapal-kapal dan laboratorium kelautan nantinya. Kita ingin di Riau tercinta ini muncul ahli-ahli ikan, nelayan dan kapten yang islami,†ujar Kakanwil.
Selain itu Kakanwil juga berpesan kepada seluruh peserta KSM untuk menghilang dikotomi ilmu. “Sudah tidak masanya lagi membeda-bedakan ilmu agama dengan umum. Paradigma yang dibawa Belanda tersebut sudah saatnya kita kuburkan di negeri ini,†kata Kakanwil bersemangat.
Sementara itu, Drs H Mahyudin MA, Kabid Pendidikan Madrasah menyampaikan bahwa peserta KSM sebagai utusan kabupaten dan kota tahun ini sebanyak 142 orang. KSM dipusatkan di dua tempat, yaitu di Hotel Mona Plaza dan di Universitas Riau. Dan menurut H Mahyudin lagi, para pemenang pertama pada setiap cabang kompetisi akan diikutkan pada KSM tingkat nasional di Malang Jawa Timur pada November mendatang.
“Insya Allah para pemenang pertama di setiap cabang lomba akan kita ikutkan pada KSM tingkat nasional. Kepada siswa yang menjadi pemenang pertama tersebut diharapkan untuk semakin meningkatkan belajarnya. Dan kepada para ibu dan bapak guru pembimbing supaya semakin mengasah kemampuan siswa di sekolahnya nanti, sehingga Riau bisa berprestasi di KSM tingkat nasional esok tersebut,†ujar H Mahyudin. (griven)