Pekanbaru (Inmas)- Seleksi Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Tahun 2016 yang semula dijadwalkan pada 19 Juli 2016 secara serentak seluruh Provinsi di Indonesia, di tunda pelaksanaannya pada 26 Juli 2016, termasuk Seleksi KSM di Provinsi Riau. Sedangkan tingkat KSM ke 5 Tingkat Nasional Tahun 2016, tetap dilaksanakan pada 23- 27 Agustus 2016 di Pontianak, Kalimantan Barat.
Menurut Pgs Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Mahyudin MA, Rabu (22/6), perubahan jadwal tersebut berdasarkan surat resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor: 813/Dj.I/ Dt.I.I/5/PP.00/06/2016 tanggal 15 Juni 2016 tentang Ralat Jadwal Seleksi Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Provinsi Tahun 2016 yang ditujukan kepada seluruh Kakanwil Kemenag se Indonesia Up. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah/ Pendidikan Islam yang ditandatangani langsung oleh Direktur Pendidikan Madrasah M Nur Kholis Setiawan.
“Perubahan jadwal KSM Tingkat Provinsi ini mengakomodir permintaan beberapa daerah karena pada 19 Juli 2016 itu bertepatan dengan waktu pertama masuk tahun ajaran baru, selain untuk memaksimalkan persiapan seleksi di Provinsi itu sendiri,” ungkap Mahyudin.
Untuk itu Mahyudin mengharapkan, agar senggang waktu yang ada dimanfaatkan oleh peserta untuk memaksimalkan persiapan menghadapi KSM tingkap Provinsi Riau dan Nasional. Karena KSM merupakan wadah olah pikir dan kreativitas siswa dan siswi madrasah/ sekolah untuk membangun kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
“Dengan KSM diharapkan dapat memupuk motivasi siswa untuk terus mencintai dan bergairah mempelajari ilmu pengetahuan, sehingga pada gilirannya siswa sebagai generasi penerus bangsa mampu mengembangkan ilmu pengetahuan secara bersamaan mensinergikannya dengan ilmu keagamaan,” harapnya.
Karena berdasarkan informasi dari penyelenggara KSM, KSM ke-5 tahun 2016 tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2016 setiap materi yang dilombakan diberikan juga materi agama Islam, sehingga setiap siswa tidak saja menjawab soal-soal sains tetapi juga soal-soal agama Islam. Sehingga siswa tidak hanya paham ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka juga harus paham dan menguasi ilmu agama Islam. (mus)