Bengkulu (Inmas)- Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional di Bengkulu resmi dimulai. Dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI yang diwakili Dirjen Pendis Kemenag RI dengan melakukan pemukulan bedug secara bersama- sama dengan Plt Gubernur Maluku, ketua panitia dan Kakanwil Bengukulu, Selasa (26/9/2018) di Gedung Gunung Bungkuk Serbaguna STQ Provinsi Bengkulu.
Kegiatan yang mengangkat tema Integrasi Sains dan Islam dihadiri juga oleh Kakanwil Kemenag dan seluruh peserta KSM Nasional dari 34 Provinsi se Indonesia. Termasuk Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dan Isteri, Kabag TU Drs H Mahyudin MA dan Isteri, Kabid Penmad Drs H Asmuni MA dan Kontingen KSM Provinsi Riau.
Menteri Agama melalui Dirjen Pendis, Kamaruddin Amin dalam pengarahannya menyebutkan, sekolah adalah sarana bukan tujuan seperti sebuah pepatah latin mengatakan, Non scholae, sed vitae discismus yaitu belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk hidup. "Tujuan utama kita sesungguhnya adalah mengisi kehidupan dengan hebat dan bermartabat. Jangan sekedar menjadi manusia biasa, bila kita punya kesempatan menjadi luar biasa. Jangan sekedar jalani hidup asal selamat, jika kita mampu hidup bermartabat," ucapnya.
Untuk itu, dalam event KSM ke 7 ia mengajak semua pihak untuk bersyukur, karena berada dalam sebuah lingkungan yang akan menjadi sarana untuk meraih Madrasah Hebat Bermartabat. Di Madrasah, tidak hanya mendapatkan ilmu dunia, tapi anak-anak juga belajar memahami Sang Maha Ilmu. "Belajar di madrasah, insyaAllah mengarahkan kita untuk menjadi hebat dan bermartabat," ungkapnya.
Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersya dalam sambutannya menyebutkan, KSM merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat, secara produktif menjadi wadah ajang prestasi bagi siswa/siswi madrasah. Untuk itu ia berharap ajang kompetisi dapat menjadi forum silaturahmi serta menjadikan generasi madrasah semakin bersatu padu.
"Acara Kompetisi Sains Madrasah ini merupakan pergelaran kompetisi yang ke 7 untuk tingkat SD, MTS dan MA. Seluruh peserta merupakan siswa/siswi dari 34 provinsi se indonesia dan menjadi wadah bagi para siswa/siswi untuk menyalurkan bakat dan potensi bidang sains dan teknologi sesuai dengan tema Integrasi Sains dan Islam untuk madrasah lebih hebat dan bermartabat," ucapnya.
Sementara itu Direktur KSKK, M Umar dalam laprannya menyebutkan, KSM Tingkat Nasional Tahun 2018 yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu merupakan gelaran ke-7, sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 2012. Dalam gelaran ini, akan dilaksanakan tiga kegiatan secara bersamaan, yaitu Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES), dan Ekspo Sains Madrasah.
Tidak kurang dari lima ratus peserta akan berkompetisi dalam acara yang diselenggarakan mulai tanggal 24-29 September 2018. Dalam event ini kita akan menyaksikan 525 peserta mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah akan berkompetisi dalam KSM. Di sini pula, kita akan menyaksikan inovasi hasil penelitian paling unggul dari 18 siswa madrasah se-Indonesia.
"Kami berharap KSM Nasional 2018 dapat menjadi momentum untuk memperkokoh slogan Madrasah Hebat Bermartabat. Siswa-siswi terbaik dari madrasah se-Indonesia yang hadir pada pagi ini, bukan hanya membawa nama madrasahnya masing-masing. Namun, kami yakin mereka adalah generasi muslim harapan bangsa Indonesia. Mereka adalah anak-anak muda muslim yang meresapi firman Allah Walikulli wijhatun huwa muwalliihaa fastabiqul khairat, yang artinya dan bagi setiap orang ada memiliki arah yang dituju ke arah mana dia menghadapkan wajahnya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan (QS. Al-Baqarah : 148)," paparnya.
Tujuan penyelenggaran KSM 2018 ini adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran sains di madrasah secara komprehensif dan integratif. Dalam KSM 2018 ini, Kementerian Agama kembali menegaskan tentang pentingnya integrasi sains dan ilmu keislaman dalam pembelajaran. "Kami berpandangan selama ini proses integrasi itu masih cenderung berkutat pada level ide dan wacana saja. Integrasi sains dan ilmu keislaman ini tidak cukup sekedar wacana. KSM 2018 yang mengusung tema “Integrasi Sains dan Ilmu Keislaman untuk Mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat” ini merupakan bukti dan realisasi dari wacana tersebut," jelasnya.
Dalam event KSM juga digelar berbagai kegiatan seperti expo madrasah, Talk Show, Pameran, Worshop dan laiinya. Untuk itu ia berharap kepada para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi agar dapat menginstruksikan kepada para Kabid, Kasi, Kepala Madrasah, dan Guru Pendamping untuk hadir dan ikut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut di sela-sela mendampingi anak-anak kita mengikuti ujian KSM.
Diakhir pembukaan KSM diwarnai dengan persembahan seni Islami, seperti nasyid yang sarat dengan pesan- pesan keagamaan untuk pembangunan generasi Islam unggul berprestasi. (mus)
KSM Nasional 2018 Resmi Dibuka, Integrasikan Sains dan Islam
Ringkasan:
Bengkulu (Inmas)- Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional di Bengkulu resmi dimulai. Dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI yang diwakili Dirjen Pendis Kemenag RI dengan melakukan pemukulan bedug secara bersama- sama dengan Plt Gubernur Maluku, ketua panitia dan Kakanwil Bengukulu, Sela...