Riau (Inmas)- Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi
Riau Tahun 2018 digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 24- 25 Juli
2018. Peserta KSM Tingkat Provinsi akan bersaing ketat untuk memperebutkan
tiket ke KSM Tingkat Nasional 2018 yang akan digelar pada bulan September 2018
di Provinsi Bengkulu.
Di Provinsi Riau sendiri, event tahunan tersebut
dipusatkan di MAN 2 Model Pekanbaru dengan diikuti siswa madrasah terbaik
utusan 12 Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau dengan tema kegiatan, Integrasikan
Sains dan Islam untuk Madrasah Hebat dan Bermartabat.
Seremoni kegiatan pembukaan KSM Tingkat Provinsi Riau berlangsung pada Selasa (24/7/2018) ditandai pemukulan bedug oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Drs H Irhas Sobirin, dan Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Riau Drs H Asmuni MA dengan disaksikan Kakankemenag Kabupaten/ Kota, Kepala Madrasah, Guru dan Pengawas serta seluruh udangan dan peserta yang hadir.

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA menyebutkan, prestasi
KSM dan Aksioma Provinsi Riau Tingkat Nasional pada tahun 2017 di Yogyakarta,
berhasil menoreh prestasi yang gemilang, dengan berada pada peringkat ke 4 dari
34 Provinsi yang ada di Indonesia. Untuk itu, prestasi tersebut harus lebih
ditingkatkan pada KSM 2018 yang akan digelar di Provinsi Bengkulu.
“Saya sangat berharap KSM Provinsi Riau ini dapat menemukan
bibit unggul untuk dipersiapkan menghadapi KSM tingkat Nasional di Provinsi
Bengkulu tahun ini. Apalagi pada OSN di Padang, kita sudah mengukir prestasi
yang sangat baik, dengan perolehan emas, perak dan perunggu. Semoga ini juga
menular pada siswa siswi kita yang bertarung pada KSM tahun ini,” harapnya.
Ketua Pantia Penyelenggara yang juga merupakan Kabid
Pendidikan Madrasah, Drs H Asmuni MA, menyampaikan, KSM Tingkat Provinsi Riau
yang akan digelar selama 2 hari tersebut diikuti oleh 352 peserta utusan 12
Kabupaten/ Kota mulai dari tingkat MI, MTs dan MA dengan bidang studi lomba
mencakup IPA, IPS, Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi.
“KSM ini merupakan salah satu cara untuk menyaring siswa
siswa yang berpretasi dibidangnya, sehingga dapat dibina lebih baik lagi untuk
mengikuti KSM Tingkat Nasional yang rencananya akan digelar pada 17- 21 September
2018 di Kota Bengkulu,” ungkapnya.
Menurut
Asmuni, bidang perlombaan KSM tingkat MI mata pelajaran yang dilombakan adalah
Matematika dan IPA. Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) selain Matematika
dan IPA ditambah dengan mata pelajaran IPS. Sedang untuk tingkat Madrasah Aliyah
(MA) bidang studinya mencakup Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan
Geografi.
“Untuk KSM Kabupaten/Kota, lomba berupa tes tertulis berbasis kertas pensil atau paper based test. Untuk KSM Provinsi sudah berbasis komputer atau CBT atau semua menggunakan IT, karena pada tingkat nasional nanti, KSM selain tes tertulis, CBT, juga meliputi tes eksperimen atau eksplorasi, untuk itu siswa yang akan mendapatkan tiket ke nasional tentu benar- benar memiliki kemampuan yang luar biasa,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat
KSKK Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Drs H Irhas Sobirin,
salah satu program Kemenag RI adalah memberikan beasiswa bagi siswa yang
berprestasi, baik sekala nasional maupun internasional sebagai bentuk
penghargaan atas prestasi yang telah diberikan.
“Untuk tahun ini, memang masih terbatas beberapa orang saja yang kita berikan beasiswa, namun tahun mendatang kita telah mengusulkan agar reward tersebut lebih ditingkatkan, karena lulusan siswa maupun santri sangat banyak yang berprestasi baik di Nasional maupun Internasional,” ujarnya. (mus/ady/faj/wi)