Kuansing (Inmas) – Seiring dengan musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, warga MTsN 2 Kuansing pun turut ikut merasakan dampaknya dengan minimnya pasokan air bersih di lingkungan madrasah.
Krisis air bersih yang melanda sudah sangat terasa seminggu terakhir ini. Senin (26/08/2019) sumur yang biasanya menjadi sumber air bersih sudah tidak lagi bisa diandalkan. Tidak ada nya ketersediaan pasokan air bersih sangat mengganggu kegiatan – kegiatan yang ada di MTsN 2 Kuansing. Pengelola kantin mengeluh sulitnya menyiapkan stok air untk mencuci peralatan makan di kantin. Sementara itu siswa/i yang bertugas untuk piket taman menyiram tanaman harus turun jauh ke sungai untuk mengambil air. Krisis air bersih ini juga mengganggu jalannya sholat dzuhur berjama’ah, kerena tidak cukupnya air untuk berwudhu’ bagi seluruh warga madrasah. Senin, 26/08/2019 sholat dzuhur berjama’ah tidak bisa terlaksana karena tidak adanya air untuk berwudhu’.
H. Kamil, S.Ag. selaku pimpinan MTsN 2 Kuansing menyatakan pihak madrasah sedang berupaya mencari solusi, salah satunya dengan berusaha ikut program PAM air bersih, tapi terkendala dana untuk pembelian pipa sambungan besi , sementara sumur mesjid yang biasanya menjadi sumber air alternatif pun sudah mengalami kekeringan “ ujarnya. (NV/N)