Kuansing (Inmas), Gebrakan Komisi Pemilihan Umum tidak hanya sekedar menyasar kepada kalangan masyarakat umum, akan tetapi mereka terus melakukan pendekatan pada semua kalangan untuk memperkenalkan sistem pemilu yang berlaku di negara Republik Indonesia ini.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Kuantan Singingi pada hari Selasa (19/02/2019), turun ke Madrasah Aliyah Swasta Gerbang Sari yang terletak di kecamatan Pangean, untuk memberikan sosialisasi terkait Pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 ini.
Kegiatan ini memang sengaja menyasar di kalangan para pelajar, tujuannya adalah tentu saja untuk memberian edukasi kepada para pelajar yang telah berusia 17 tahun atau lebih agar dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti. Pemilih usia anak atau disebut juga pemilih pemula, adalah anak-anak atau remaja yang telah genap berusia 17 tahun disaat hari pencoblosan nanti meskipun mereka masih duduk dibangku sekolah.
Memberikan edukasi dan informasi seputar pemilu sedini mungkin adalah suatu tindakan yang tepat, mengingat kemungkinan akan adanya masyarakat yang lebih memilih untuk menjadi Golput. Pemerintah sendiri tidak melarang orang untuk menjadi Golput, akan tetapi seseorang dapat dipidanakan apabila mengajak orang lain untuk menjadi Golput, hal ini sesuai dengan peraturan Undang-undang nomor 8 tahun 2012 pasal 292, 293, dan 301. Namun biar bagaimanapun juga, sebagai warga negara yang baik kita harus tetap ikut berpartisipasi dalam mengsukseskan pemilu yang akan diadakan tahun 2019 ini.
Kepala Madrasah MAS Gerbang Sari Yusnan, S.Ag sangat mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya bagi pelajar yang telah cukup umur sudah seharusnya ikut berpartisipasi dalam menentukan arah kepemimpinan di negara Republik Indonesia ini, yaitu dengan melakukan pemilihan presiden dan wakil presiden untuk masa jabatan lima tahun kedepan. (N/R)
KPU Kabupaten Kuansing Sosialisasikan Pemilu 2019 di MAS Gerbang Sari
Ringkasan:
Kuansing (Inmas), Gebrakan Komisi Pemilihan Umum tidak hanya sekedar menyasar kepada kalangan masyarakat umum, akan tetapi mereka terus melakukan pendekatan pada semua kalangan untuk memperkenalkan sistem pemilu yang berlaku di negara Republik Indonesia ini.