Pekanbaru (Inmas) - Tahun 2016 telah berakhir dan saatnya kepenguruan KPRI Kanwil Kemenag Riau melaporkan pertanggungjawabannya kepada anggota melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan acara ini pun terselenggara pada Hari Jumat (10/3), di Aula Besar Kanwil Kemenag Riau. Sudah menjadi kebiasaan RAT selalu dipenuhi oleh anggota koperasi yang ingin mengetahui perkembangan dan peningkatan koperasi selama ini.
Pada laporan panitia pelaksana, Drs. H. Elwizar, MM, mengungkapkan bahwa kewajiban melaksanakan RAT memiliki tujuan melaporkan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas serta pengesahan neraca keuangan tahun buku 2016 dan pengesahan rencana kerja dan rencana anggaran dan pendapatan belanja koperasi tahun buku 2017.
"Alhamdulillah selama tahun 2016 3 usaha yang berada di bawah KPRI Kanwil depag prov. Riau yaitu usaha simpan pinjam, usaha pertokoan, dan usaha tiketing dapat berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan 3 usaha ini sangat membantu perputaran modal dan mengembangkan modal yang ada. Tidak hanya itu saja pada tahun 2016 ini juga dalam sisi jumlah anggota mengalami peningkatan yaitu dari berjumlah 326 menjadi 364 anggota sehingga hal ini juga berimbas pada peningkatan kepercayaan pada anggota," jelas Elwizar.
Pada kesempatan yang sama, Ka. Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA pada sambutannya mengungkapkan kebanggaannya terhadap KPRI Depag Riau yang merupakan salah satu koperasi berkategorikan sehat di Pekanbaru.
"Saya sangat mengapresiasi kinerja pengurus dilihat dari laporannya bahwa pinjaman anggota sebagian besar sangat lancar hanya ada beberapa yang membutuhkan catatan. Tetapi saya optimis pengurus dalam menyelesaikan masalah ini," ujar Ahmad Supardi.
Ada beberapa poin penting yang menjadi harapan Ahmad Supardi terhadap KPRI Kanwil Depag Prov. Riau, yaitu pengurus koperasi selalu mengalami peningkatan kinerja setiap tahunnya yang tentunya harus ada kreativitas dan inovasi terbaru agar koperasi ini tidak ketinggalan, kemudian poin kedua yaitu koperasi ini bisa berubah menjadi koperasi berbasis syariah sehingga koperasi kita ini sesuai dengan ajaran agama Islam, koperasi yang ada saat ini selain diaudit oleh pengawas tentu diperlukan juga audit dari akuntan publik agar penilaian audit lebih objektif sehingga dimungkinan ada beberapa perubahan yang harus dilakukan.
"Poin yang terakhir yaitu koperasi juga harus mengalami perkembangan sesuai jaman yaitu memiliki basis data yang bersifat online dan elektrik sehingga anggota dapat langsung mengetahui perkembangan permodalan koperasi hanya dengan sekali klik dan mempermudah proses pelayanan informasi koperasi kepada anggota," jelas Ahmad Supardi.
Sebagai penutup Ahmad Supardi mengungkapkan bahwa semoga KPRI Kanwil Depag Riau dapat terus meningkatkan eksistensinya demi kesejahteraan anggota. (nvm)