0 menit baca 0 %

KPHI: Proses Pemberangkatan Jamaah Embarkasi Batam Tertib

Ringkasan: Batam (Inmas)- Salah satu Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Muhammad Thoha mengatakan Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batam sangat tertib dalam melaksanakan berbagai ketentuan yang terkait dengan penerbangan jamaah haji. Selain kloter 3 ia juga turut hadir melepas keberangkatan JCH...

Batam (Inmas)- Salah satu Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Muhammad Thoha mengatakan Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batam sangat tertib dalam melaksanakan berbagai ketentuan yang terkait dengan penerbangan jamaah haji. Selain kloter 3 ia juga turut hadir melepas keberangkatan JCH Kloter 4 BTH di Asrama Haji Batam, Rabu (2/8/2017) malam dengan jamah asal Inhu dan Inhil.
 
Padahal menurutnya jika dibandingkan dengan embarkasi lain, maka jamaah Embarkasi Batam sangat disiplin dan tertib karena berdasarkan pengamatannya saat jamaah melakukan proses x-ray sangat tertib, tidak ditemukan lagi benda-benda yang dilarang seperti gunting dan korek api. “Saya pernah menemui di embarkasi lain, jamaah masih membawa gunting padahal sudah kita larang. Semoga tertib ini diterapkan terus sampai ke Arafah, Musdalifah dan Mina”, kata Muhammad Thoha.

Jamaah diminta untuk terus bersyukur kepada Allah SWT karena sudah bisa diberangkatkan ke Tanah Suci sebagai orang terpilih dimana umat Islam lainnya masih menunggu dengan masa tunggu yang panjang.  

Selanjutnya jamaah diminta untuk tidak terlalu banyak mengejar sunnah karena tetap harus menjaga kesehatan. “Saya sering melihat jamaah terlalu mengejar sunnah kemudian kelelahan dan sakit dan terpaksa disafari wukufkan. Dan saya juga memperhatikan jamaah dari Indonesia senang belanja, saya minta dibatasi dan jangan belanja untuk oleh-oleh dengan living cost”, ujarnya.

Soal keikhlasan, jamaah diminta untuk beribadah dengan penuh keikhlasan dengan menjaga sikap, etika dan sopan santun. “Jika ada masalah selesaikan dengan musyawarah dan mufakat dan perbanyak sholawat nabi”, ucapnya yang dilanjutkan dengan menuntun sholawat untuk para jamaah.

Dia juga meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan biro perjalanan agar tidak merugi. “Salah satu kasus travel umroh yang sekarang sedang ramai adalah soal First Travel dimana sudah ribuan orang sudah melapor dan kasusnya sedang berlanjut”, pungkasnya. (htmn/mus)