0 menit baca 0 %

Koordinator LSN Region Sumatera V Minta Dukungan Kemenag Hadapi Final LSN di Batam

Ringkasan: Riau (Inmas) Final LSN Region Sumatera V insyaallah akan berlaga pada esok lusa, Rabu (04/10) di Batam. Pemenag Sub region Riau Babussalam Fc rohul akan berhadapan dengan Tamaddun Fc Batam dari sub region Kepri, untuk merebutkan tiket menuju nasional akhir Oktober di Jabar mendatang.

Riau (Inmas) – Final LSN Region Sumatera V insyaallah akan berlaga pada esok lusa, Rabu (04/10) di Batam. Pemenag Sub region Riau Babussalam Fc rohul akan berhadapan dengan Tamaddun Fc Batam dari sub region Kepri, untuk merebutkan tiket menuju nasional akhir Oktober di Jabar mendatang. Hal itu disampaikan Ribhan Selaku Koordinator LSN Region Sumatera V di ruang Subbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Riau Senin (02/10) siang.

Pihaknya meginginkan pengurus NU, Kakanwil Kemenag  Riau beserta jajaran bisa menyaksikan langsung liga santri yang merupakan salah satu program tahunan Kemenpora dengan RMI NU tersebut. Apalagi ini kali pertama dilaksanakan di Riau, minimal sebagai spirit bagi santri santri kita, ujarnya. Ia mengatakan Ketua RMI NU pusat KH Abdul Ghaffar Rozin MEd beserta PBNU pusat akan turut hadir menyaksikan liga santri ini, ujarnya lagi.

Sebagai koordinator sejak awal, pria berpembawaan ceria ini mengharapkan final LSN di Batam nanti akan berjalan lancar dan sukses, seperti pertandingan yang digelar Inhu beberapa bulan lalu. “Para peserta bisa menjunjung tinggi sportivitas, tidak ada lagi santri santri siluman yang pesertanya hanya mengharapkan kemenangan semata, bukan pembibitan", katanya. Ia menyatakan santri harus menanamkan mindset dalam diri masing masing. "Kompetisi ini bukan untuk menang, namun menggali kemampuan dan mencari bibit unggul atlit sepakbola dilingkungan santri yang dikenal memiliki kesantunan dan berakhlak”, tegasnya.

Ia sangat berharap bisa menjalin kerjasama dengan Kemenag, sekaligus mendapatkan dukungan penuh tidak hanya dalam bentuk moril, tapi bisa dimasukkan dalam program kegiatan Kemenag sebagai lembaga yang memayungi santri di Indonesia khususnya di Riau.

Sejauh ini, lanjut Ribhan untuk koordinasi dengan pemerintah provinsi belum mendapat respons yang maksimal, namun secara moril kami mendapat respons yang baik, sementara untuk subsidi dalam bentuk anggaran belum mendapat lampu hijau, terangnya. Kendati demikian ia mengaku harapan ini akan bisa terwujud kedepan. “Apalagi ini even nasional yang akan dibuka langsung oleh Presiden RI, ada sekitar 32 tim akan berlaga di Bandung nanti, tentu kami butuh support dari seluruh unsur terkait”, imbuhnya.

Kasubbag Inmas yang juga selaku Sekjen NU Provinsi Riau ini menumpangkan harapan besar Riau bisa membawa nama baik nantinya di Batam, meskipun kita tidak dapat memastikan Kakanwil bisa hadir pada kesempatan itu.

Dedi Sharul menitipkan semangat selaku Sekjen NU, semoga acara ini bisa terselenggara dengan baik, sehingga bisa gaung santri makin terdengar dan bisa menghentakkan dunia. Bisa menjadi salah satu torehan sejarah bagi bangsa dalam dunia olah raga khususnya sepak bola. “Jangan sampai stigma masyarakat terhadap santri sebagai siswa sarungan dan pandai mengaji saja yang selalu melekat pada santri, jangan sampai santri dipandang sebelah mata terus seperti selama ini”.” Hari ini santri harus memiliki kualitas yang berguna dalam banyak unsur”, tuturnya.

“Santri bisa bergerak dimana saja, dengan dasar agama yang mumpuni, sikap mandiri, aktif berorganisasi dan disiplin tinggi yang sudah terlatih selama di pondok akan bisa menggiring mereka menjadi orang besar tak hanya pejabat, namun juga menjadi seorang ustadz, pengusaha, hingga konglomerat”, tuturnya lagi.

Terbukti saat ini, lanjutnya tak sedikit hari ini santri sudah berkiprah dan terjun dalam berbagai elemen dan lapisan, apakah itu di dunia olahraga sepakbola, seni, atletik, bahkan dunia bisnis.

Semoga LSN hari ini, akan memberikan dorongan dan motivasi yang besar bagi seluruh pondok di Riau untuk ikut berpartisipasi dalam LSN ini. “Semoga ditahun mendatang program LSN lebih terrencana lagi dengan baik, teroganisir secara struktur dan koordinasi maupun terkoordinir secara anggaran. Untuk itu ia berpesan kepada para pengurus LSN Riau agar terus menjalin koordinasi yang intens dengan Kemenag melalui bidang Pakis.

“Mana tahu nantinya program LSN ini bisa dimasukkan dalam anggaran DIPA Kemenag Riau”, ucapnya memberikan semangat.

Ketika santri menjadi seorang pemimpin, ia akan menjadi pemimpin yang memiliki dasar agama, dasar akhlak dan moral yang baik. Dedi menganalogikan   santri ibarat sebatang ubi kayu, kemanapun dibuang ia akan hidup ditengah gersang maupun tanah yang subur.(vera/faj)

 

Â