Kalteng (Inmas)- Senin
(07/05) pekan lalu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Kabag TU, Kepala
Kantor Kemenag Kab/Kota, Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Subbagian Hukum
dan KUB Drs.H.Anasri Nurdin, M.Pd beserta stafnya dan Ketua FKUB Provinsi
kab/Kota se-Provinsi Riau melakukan kunjungan ke Kalimantan Tengah terkait
Koordinasi Peningkatan dan Pengembangan Kerukunan Umat Beragama.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Prov. Riau ini berjumlah 38
orang. Berangkat dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim Pekanbaru II
pada pukul 06.25 WIB dan sampai dengan selamat pada pukul 14. 10 WIB di Bandara
Tjilik Riwut (sebelumnya bernama Bandar Udara Panang). Nama Bandara ini diambil
dari nama Gubernur Kalteng yang pertama Tjilik Riwut. Rombongan Kanwil disambut
dengan meriah oleh Jajaran Pemprov Kalteng di Ruang VVIP dengan dijamu makan
siang bersama.
Kunjungan ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Kasubag Hukum dan KUB Kanwil
Kemenag Provinsi Riau Drs.H.Anasri Nurdin, M.Pd merupakan program tahunan
Subbagian Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Riau yang bertujuan untuk
mendapatkan informasi langsung tentang kondisi hubungan antar umat beragama,
intern dan hubungan pemeluk agama dengan pemerintah dan bagaimana kiat-kiat
KanKemenag, FKUB, dan Pemda setempat sehingga berhasil meraih penghargaan
nasional Juara I Harmony Award yang diberikan oleh Puslitbang Kemenag RI.
Harmony Award merupakan penghargaan bagi kepala daerah yang mampu memberikan
pelayanan dan menjaga kerukunan umat beragama. Sedangkan provinsi Riau berada
pada urutan ke-17 dari 34 Provinsi seluruh Indonesia.
Dalam pertemuan di Kantor Gubernur Kalteng pada hari selasa (08/05), Gubernur
yang diwakili oleh KabanKesbangPol Kalteng mengucapkan selamat datang di
Provinsi Kalimantan tengah di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Bumi penuh
toleransi antar budaya, suku dan agama dalam mewujudkan Kalteng BERKAH
(Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis). Selain memperkenalkan
wilayah Provinsi Kalteng dengan berbagai keunikan dan keragaman budaya, juga
menggambarkan kerukunan hidup antar umat beragama di wilayah ini. Menurutnya
kerukunan di Kalteng merupakan modal sosial yang lahir dari kearifan lokal
budaya Kalteng, buah dari dialog dan komunikasi antar pimpinan lembaga agama,
serta perhatian pemerintah dalam pembangunan di bidang keagamaan. Budaya
Kalteng yang perpaduan Suku Dayak dan Jawa sudah kental dengan toleransi dan
kerukunan. Hubungan kekeluargaan telah melampaui batas-batas agama. Misalnya
Rumah ibadah dibangun berdampingan dan isu-isu yang datang dari luar tidak
berpengaruh dengan kondisi kerukunan di Kalteng. Dan terkait dengan bantuan
sosial di bidang agama, Agus Pramono mengatakan, bahwa pada 2017 lalu, Pemprov
Kalteng telah menganggarkan Rp. 2 M untuk lembaga agama dan pembinaan kerukunan
hidup antar umat beragama.
Gambaran kerukunan juga dijelaskan oleh Ketua FKUB Provinsi Kalteng Drs. H.M.
Yamin Mukhtar Lc.M.Pd.I dalam perayaan keagamaan. Seperti pada perayaan Natal,
masjid menyediakan lahan parkir untuk umat kristiani begitu juga sebaliknya
umat kristiani menyediakan lahan parkir ketika hari-hari besar Islam bahkan
ketika hari raya jatuh pada hari minggu, kebaktian akan ditunda selesai umat
islam melakukan shalat Ied. Beliau juga menyampaikan bahwa FKUB Kalteng juga
membentuk Forum Pemuda Lintas Agama Kalteng.
Dalam acara tersebut Kakanwil Kemenag Riau juga menyampaikan apresiasi dan
terima kasih yang setinggi-tingginya atas sambutan yang diberikan. Ia juga
menyampaikan, bahwa Kalteng dan Riau sama-sama memiliki keunikan terkait dengan
kerukunan. Beliau mempertegas lagi bahwa kedatangan rombongan dari Riau adalah
untuk belajar bagaimana meraih Harmony Award dan bagaimana cara membangun
sinergitas antara stakeholder kerukunan di tingkat Provinsi dan Kab/Kota dalam
mewujudkan dan kerukunan umat beragama; Upaya-upaya nyata dan bijak FKUB dalam
merawat kerukunan umat beragama terutama dalam hal mengangkat kearifan lokal di
setiap daerah; Penyelesaian kasus-kasus Kerukunan seperti pendirian rumah
ibadah dan upaya apa yang dilakukan dan Seberapa aktif dukungan Pemda setempat
terhadap pelayanan seluruh agama, serta menjalin hubungan silaturrahim.
Sejalan dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi
Riau, Ketua FKUB Provinsi Riau yang diwakili oleh Pdt Drs Japet V.Ginting juga menyampaikan terima
kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat yang diberikan pihak Provinsi
Kaltar dan maksud kedatangan rombongan dari Riau adalah untuk belajar bagaimana
kiat-kiat meraih Harmony Award. Turut hadir dalam acara tersebut Kakanwil
Kemenag. Prov.Kalteng yang diwakili oleh Plt. Kabag TU Ediyanto SH., Ketua FKUB
Kab.Kota se Provinsi kalteng. Tatap muka berlangsung selama kurang lebih dua
jam, yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.Â
Usai tatap muka dan foto bersama, rombongan berarak menuju Gedung Sekretariat
Bersama FKUB Prov. Kalteng untuk acara ramah tamah. Kemudian dilanjutkan dengan
mengunjungi beberapa rumah ibadah seperti Masjid Darussalam yang merupakan
salah satu masjid terbesar sekaligus termegah yang ada di kota Palangka Raya.
Masjid tersebut yang dibangun diatas tanah sekitar 5 hektar tersebut berada di
komplek STAIN Palangka Raya. Bangunan arsitektur masjid ini kerap disebut oleh
masyarakat dengan sebutan Masjid Pancasila. Rombongan juga berkunjung ke Gereja
Kalimantan Evangelis yang lokasinya berdekatan dengan masjid dan kunjungan ke
rumah ibadah berakhir di Pura Pitahama Palangkaraya.
Bangunan kerukunan yang tercipta di Bumi Kaltar, sejatinya adalah usaha semua
elemen masyarakat dan tidak hanya berhenti pada pihak-pihak yang berkompeten
saja. Dan semoga pelajaran berharga dari Kaltar ini dapat menginspirasi semua
pihak di Bumi Melayu ini untuk membumikan kerukunan yang sememangnya sudah
terdapat dalam nilai-nilai budaya melayu. (hikma)