Kuansing (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di SMA Negeri 2 Sentajo Raya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan dalam meningkatkan literasi Al-Qur'an di kalangan pelajar. Pada 9 Mei 2025.
Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan pada hari Jumat pagi ini dihadiri oleh para penyuluh aktif yakni Muhammad Ridwan, Muhammad Isam, Perlindungan, dan Sapri Marlian. Mereka memberikan bimbingan langsung kepada para siswa dalam membaca dan memahami huruf hijaiyah serta teknik dasar membaca Al-Qur'an dengan tartil.
Kepala SMA Negeri 2 Sentajo Raya, Bapak Fery Oktoberiandi, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah sangat menyambut baik kehadiran para penyuluh dan berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlangsung secara rutin.
"Alhamdulillah, kegiatan ini sangat positif dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para siswa. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari pembinaan karakter serta penguatan pendidikan agama di sekolah kami," ujar Fery Oktoberiandi.
Muhammad Ridwan, selaku salah satu penyuluh, menyampaikan bahwa program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan sejak usia remaja. "Kami berupaya hadir langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pembinaan. Harapan kami, tidak ada lagi generasi muda yang buta aksara Al-Qur'an," jelasnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan kekhusyukan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi penyuluhan. Para penyuluh juga memberikan materi secara interaktif sehingga siswa merasa nyaman dan tidak terbebani.
KUA Kecamatan Sentajo Raya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan instansi pendidikan dalam upaya menumbuhkan generasi Qur'ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan melek huruf Al-Qur'an.(RDW)