0 menit baca 0 %

Komisi E DPRD Riau Hearing Pematangan Embarkasi Antara

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Menindaklanjuti rencana pembangunan Embarkasi Antara Riau, Komisi E DPRD Riau kembali melakukan hearing dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Biro Tata Pemerintahan Provinsi Riau menggelar, Dinas Perhubungan, Imig...

Pekanbaru (Inmas)- Menindaklanjuti rencana pembangunan Embarkasi Antara Riau, Komisi E DPRD Riau kembali melakukan hearing dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Biro Tata Pemerintahan Provinsi Riau menggelar, Dinas Perhubungan, Imigrasi, Bandara, dan beberapa stakeholder terkait, Rabu (8/6) di ruang Komisi E DPRD Riau.

Hearing yang dipimpin langsung oleh Ketua Komis E DPRD Riau, H Masnur SH, mencoba mereview kemabali sejauh mana upaya yang dilakukan dalam rangka memperjuangkan Embarkasi Antara Riau.

“Sejak Januari 2016 kita sudah melakukan langkah- langkah percepatan untuk mendukung terwujudnya embarkasi antara di Provinsi Riau, termasuk terakhir kita sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Agama dan Dirjen PHU, serta beberapa pihak terkait. Semoga upaya yang sudah kita lakukan ini membuahkan hasil nantinya,” harapnya.

Sementara itu Pgs Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA didampingi Kabid PHU HM Aziz MM MA mengatakan, hearing dengan Komisi E DPRD Riau tersebut untuk melihat hasil atau perkembangan yang dilakukan oleh tim Embarkasi Antara Riau.

Menurutnya, tim Gubri sudah bertemu dengan Menteri Agama dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI. Bahkan dijadwalkan pada 13 Juni 2016 tim dari Pusat akan melakukan tinjauan langsung ke provinsi Riau untuk melihat langsung kesiapan embarkasi Riau khususnya embarkasi antara, terkait waktu operasional apakah tahun 2016 atau ditunda pada tahun 2017 mendatang akan ditetetapkan oleh Menag RI.

“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari rapat- rapat yang sudah kita gelar sejak Januari 2016 kemarin. Dan sampai saat ini kita sudah melakukan langkah- langkah percepatan, tapi bisa atau tidaknya beroperasi tahun ini, masih menunggu keputusan tim menteri agama,” jelas Mahyudin.

Mahyudin mengakui, untuk menjadi embarkasi memang perlu persiapan yang cukup matang dan panjang, karena menyangkut semua fasilitas yang mendukung suksesnya penyelenggaraan haji. Namun jika memungkinkan, tahun 2016 ia beraharap Riau bisa menjadi embarkasi antara untuk satu atau dua kloter, sebelum menjadi embarkasi antara penuh, atau embarkasi haji penuh.

“Untuk itu, tim yang sudah dibentuk oleh Gubernur Riau hendaknya benar- benar dapat bekerja keras untuk mewujudkan embarkasi antara dalam waktu yang tidak terlalu lama. Termasuk dalam mempersiapkan sarana dan prasarana yang akan digunakan jika nanti Embarkasi Antara Riau di setujui,” harapnya. (mus)