0 menit baca 0 %

Kloter Penuh Pekanbaru Dilepas di Embarkasi

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) – Jemaah Calon Haji (CJH) Kota Pekanbaru tahun 2014 M/1435 H telah dilepas secara resmi dan bertahap di Embarkasi Batam. Bahkan sebelumnya juga telah dilepas di Masjid Agung Annur Pekanbaru. Jemaah tersebut dipecah dalam beberapa Kelompok Terbang (Kloter), yakni Kloter 2, klo...

Pekanbaru (Humas) – Jemaah Calon Haji (CJH)  Kota Pekanbaru tahun 2014 M/1435 H  telah dilepas secara resmi dan bertahap di Embarkasi Batam. Bahkan sebelumnya juga telah dilepas di Masjid Agung Annur Pekanbaru.  Jemaah tersebut  dipecah dalam beberapa Kelompok Terbang (Kloter), yakni Kloter 2, kloter 3, kloter 5, kloter 6 dan kloter 10. Jumlah seluruhnya sebanyak 1054 jemaah.

Dari keseluruhan  kloter tersebut terdapat kloter penuh Pekanbaru, yakni kloter 3 yang berjumlah 443 jemaah. Disebut juga dengan kloter penuh,  karena kloter ini tanpa digabungkan dengan kloter atau daerah lain.  Pelepasan  ini dilakukan pada Rabu 3 September 2014.

Kloter 3 ini dilepas langsung oleh Walikota Pekanbaru H. Firdaus ST, MT yang didampingi wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi S.Si . Hadir Juga dalam pelepasan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Drs. H. Edwar S Umar, M. Ag. 

Istimewanya lagi,  kloter 3 ini, sebagai TPIHI adalah H. Darwison, MA, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru. Selanjutnya yang bertugas sebagai TPHI adalah Akmal Khairi, Shi yang merupakan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bukit Raya.

Dalam sambutannya, Walikota Pekanbaru menyampaikan  pesan-pesan moral  sebagai bekal bagi jemaah yakni pentingnya menjaga kekompakan dan selalu bisa beradaptasi dengan lingkungan serta dapat menjaga kesehatan secara maksimal agar proses ibadah haji dapat dilaksanakan secara sempurna.

Seusai memberikan sambutan dalam pelepasan tersebut Walikota dan Kakankemenag Kota Pekanbaru menyempatkan diri  berfoto bersama para petugas,  lalu beliau  menyalami  dan menyaksikan langsung jemaah memasuki bus satu persatu. Kala itu tidak sedikit jemaah menguraikan airmata saat detik-detik meninggalkan tanah air. Sepertinya, ini sebagai pertanda keharuan menyelimuti perjalanan suci ini. (zamhir)