0 menit baca 0 %

Kloter BTH 29 Bergerak Ke Arafah, Petugas Kloter Ingatkan Ini

Ringkasan: Riau (Inmas) - Berdasarkan jadwal yang diterbitkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, pemberangkatan jemaah calon haji menuju Arafah dilakukan secara bertahap mulai hari ini Jumat (9/8/2019).Jemaah calon haji akan dibawa menuju Arafah menggunakan bus yang telah disiapkannpada pukul 10.00 WAS at...

Riau (Inmas) - Berdasarkan jadwal yang diterbitkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, pemberangkatan jemaah calon haji menuju Arafah dilakukan secara bertahap mulai hari ini Jumat (9/8/2019).

Jemaah calon haji akan dibawa menuju Arafah menggunakan bus yang telah disiapkannpada pukul 10.00 WAS atau pukul 14.00 WIB. Jemaah diberangkatkan bersamaan dengan BTH 18 yang dikoordinir oleh penanggung jawab maktab 8.

Seperti halnya yang disampaikan TPHD Pemprov Riau Iman Syah yang tergabung pada kloter terakhir Riau BTH 29. Ia menyampaikan pemberangkatan jemaah dari Makkah menuju Arafah akan diawasi Maktab serta petugas transportasi PPIH.

TPHD Iman Syah mengungkapkan petugas yang telah ditunjuk berdasarkan hasil rapat bersama petugas kloter, karu dan karom serta jemaah antara lain. Sebagai Khatib : Ketua Kloter BTH 29 Nasuha. 

Sementara untuk Imam dan Dzikir di Tenda utama : Ust. Danny dan tenda lainnya Ustadz Fauzi dan Pak Wan. Sedangkan untuk muadzin M Azman.

Kloter BTH 29 yang membawa 19 orang jemaah asal Riau tergabung dengan jemaah asal Kepri dan Kalbar selama di tanah suci, sambungnya.

Sebelumnya lanjut Iman Syah, pada persiapan akhir jelang ke Arafah paraoetugas tak lupa mengingatkan agar jemaah tidak membawa barang barang yang tidak perlu. 

Intinya jemaah diimbau menyederhanakan barang bawaan selama di puncak haji. Iman Syah menyebut bahwa kloter BTH 05 akan memprioritaskan jemaah yang menggunakan kursi roda untuk segera dikondisikan.

Ia mengungkapkan terkait jatah makan jemaah selama di Armuzna. Jemaah akan mendapatkan jatah makan 3 x sehari. Dengan mekanisme, jemaah akan dipanggil oleh ketua rombongan dan ketua regu. 

“Untuk pengambilan makan bisa didapur yang sudah ditetapkan”, katanya.

Kepada Jemaah haji yang lanjut usia (lansia) atau mereka yang tidak memiliki kemampuan kesehatan melempar jumrah pada hari tasyriq, yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijjah, hendaknya tidak memaksakan diri dan cukup didelagasikan ke orang lain yang lebih mumpuni.

“Hasil rapat pemantapan sudah harus dipastikan yang bisa melontar ataupun tidak, dan yang diwakilkan di tahalul setelah pelontaran”, kata Iman Syah kepada humas melalui via WhatsApp.

Terinci waktu pelontaran Jum’at seperti berikut : Hari pertama 10 dzulhijjah : 00.01 masih ihrom, Hari kedua 11 dzulhijjah : 20.00 setelah isya' lepas ihrom, Hari ke 3, 12 dzulhijjah : 20.00, Hari ke 4, 13 dzulhijjah : 07.00 pagi dan setelahnya, balik ke hotel, rinci Iman Syah.(vera)