0 menit baca 0 %

Kloter 18 BTH Diedukasi oleh Bimbad dan Tips 3K dari TKHI

Ringkasan: Riau (Inmas) - Program bimbingan ibadah tahun ini lebih diperkuat. Tahun ini, petugas bimbad ada di setiap sektor. Selain itu ada juga petugas yang tinggal di kantor daker. Mereka menyambangi penginapan jamaah untuk menyegarkan pemahaman manasik haji yang sudah didapatkan jamaah di Tanah Air.Seperti...

Riau (Inmas) - Program bimbingan ibadah tahun ini lebih diperkuat. Tahun ini, petugas bimbad ada di setiap sektor. Selain itu ada juga petugas yang tinggal di kantor daker. Mereka menyambangi penginapan jamaah untuk menyegarkan pemahaman manasik haji yang sudah didapatkan jamaah di Tanah Air.

Seperti halnya hari ini Kamis (25/07) kloter 18 BTH batam JCH asal kab. Rokan hulu ikuti bimbingan bina ibadah dan sekaligus konsultasi ibadah haji,  pada pukul 08.00 waktu arab saudi, sebut Marthielevi TPIHI kloter BTH 18 kepada humas. 

Bimbingan itu dilakukan di musholla hotel 112 Syisah maktab 8. Tim ini terdiri dari Habib. M. Salim Al Jufri,  KH. Muhammad Syafi'i, H. Helmi dinar,  H. Afrizal. Didampingi TPIHI kloter Marthillevi saleh,  dr kloter, dr Udin Tkhi, para karu dan karom dengan JCH, sebutnya.

Marthielevi menuturkan program ini terjadwal di setiap sektor. Selain petugas sektor, tim bimbingan ibadah di kantor daker juga turun langsung menghadapi jamaah haji. Biasanya mereka menggelar pertemuan pada siang atau sore hari.

Dalam setiap sesi bimbingan ibadah, petugas menyampaikan pandangannya tentang seluk-beluk ibadah haji yang membutuhkan kekuatan fisik.

Bimbingan itu membahas seputar tawaf, sai, bersuci dan Armuzna.

Marthilevi melanjutkan, meski acara sudah selesai, jamaah tampak antusias untuk berdialog nonformal bersama pembimbing ibadah di sana. 

Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengedukasi jamaah sepuh dengan kemampuan fisik terbatas, apalagi dengan gelang risti, tidak bisa memaksakan diri. Mereka harus diarahkan bagaimana caranya supaya terhindar dari kelelahan. 

Materi yang diberikan memadukan antara pemahaman syariat dan kesehatan fisik. Iamenyebut ini sebagai bagian dari edukasi jamaah pra-Armina.

Pada kesempatan yang sama, di penghujung kegiatan jemaah juga diberi edukasi tentang kesehatan oleh dr Ice.

Ia menyarankan jemaah untuk Selalu membawa air putih di dalam tas. Terutama air putih yang telah dicampur oralit. Cara ini dilakukan untuk mencegah JCH dehidrasi atau kekurangan cairan saat JCH memasuki masa ibadah selama di Mekkah.

Ice menganjurkan jamaah banyak-banyak minum air putih yang telah dicampur oralit untuk mencegah dehidrasi. Mengingat  suasana di Mekkah sudah mulai dipadati tamu Allah dari berbagai belahan dunia. 

“Jangan sampai kurang minum (kurmin) dan kuris (kurang istirahat) dan kurus (kurang mengurus diri)” katanya.(vera)