0 menit baca 0 %

Kloter 10, 2 JCH Tunda Keberangkatan dan 3 JCH Mutasi Masuk

Ringkasan: Batam (Imas)-  Kloter 10 merupakan Kloter terakhir pase pemberangkatan JCH Embarkasi Batam pada Gelombang I. Pesawat dengan nomor penerbangan SV5721 TF-AAH mengangkut jamaah calon haji laki-laki 214 orang, perempuan 236 orang total 450 orang, dengan bagasi sebanyak 450 pic dan berat barang 7.320 kg...

Batam (Imas)-  Kloter 10 merupakan Kloter terakhir pase pemberangkatan JCH Embarkasi Batam pada Gelombang I. Pesawat dengan nomor penerbangan SV5721 TF-AAH mengangkut jamaah calon haji laki-laki 214 orang, perempuan 236 orang total 450 orang, dengan bagasi sebanyak 450 pic dan berat barang 7.320 kg, 6 buah kursi dorong.

Kabid Penerimaan dan Pemberangkatan Jamaah Haji PPIH Embarkasi Batam, Erizal Abdullah, Ahad (29/7/2018)  melaporkan saat pelepasan JCH Kloter 10 mengatakan, JCH akan menuju Madinah pukul 09:350 WIB dan tiba di Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz International Airport Ahad siang.

Komposisi jamaah dalam Kloter 10, Kabupaten Rokan Hilir 221 orang, Kabupaten Siak 221 orang, Kabupaten Inhu 1, Kabupaten Bengkalis 2 orang, dan Petugas Kloter 5 orang. Sampai dengan saat ini jumlah JCH yang ada di tanah suci sebanyak 9 Kloter dengan jumlah 4.028 orang Jamah.

Pada Kloter 10 ini terdapat 1 JCH yang Batal berangkat ke tanah suci yaitu  Suhaimi Wan Sulung Manifest 12 asal Kabupaten Rokan Hilir karena Wafat di Daerah.

Terdapat 2 JCH yang tunda berangkat ke Tanah Suci yaitu 1. Tukiyem Nurhadi Bakri manifest 43 berasal dari Kabupaten Rokan Hillir, karena sakit di embarkasi. 2. Supardan Amat Dayat manifest nomor 42 dari Kabupaten Rokan hilir, pendamping ibu Tukiyem Nurhadi Bakri

Terdapat 3 JCH yang mutasi masuk ke Kloter 10 yaitu, Darmawi Tandembui Ghani dari Kloter 8 asal Kabupaten Indragiri Hulu,  Asip Alias Gholap dari Kloter 8 asal Kabupaten Bengkalis, Ibu Nuraini Husin Ruhad dari kloter 8 asal Kabupaten Bengkalis.

Jamaah Calon Haji tertua dalam Kelompok Terbang ini adalah Suhadi Supomo Sonto Pawiro berusia 82 tahun berasal dari Kabupaten Siak. Sedangkan Jamaah Calon Haji termuda yaitu Fery Irawan Irwan berusia 19 Tahun berasal dari Kabupaten Rokan Hilir.

Berdasarkan Hasil Qur’ah Maktab Tahun 1439 H/ 2018 M, selama berada di Makkah JCH Kloter 10 akan menempati Rumah di wilayah Misfalah Maktab 50 Sektor 09 No. Rumah 910. Menurut jadwal, jamaah haji Kloter 10 akan tiba kembali di Tanah Air pada tanggal 7 September 2018 pukul 22.45 WIB;

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama Bupati Siak, H.Syamsuar, dalam sambutannya mengatakan, “Melalui kesempatan ini izinkan kami mengucapkan selamat jalan kepada Kloter 10 Embarkasi Batam Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan bagi kita semua untuk dapat melaksanakan ibadah haji sampai bapak ibu kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh haji yang mabrur,” yang disambut dengan ucapan “amin”, dari seluruh JCH Kloter 10.

Selaku pemerintah daerah kami mengingatkan kepada bapak ibu untuk senantiasa memantapkan niat dalam memenuhi panggilan Allah ini, melaksanakan rukun Islam yang kelima.

“Ilmu yang didapat saat mengikuti manasik haji tolong diingat-ingat agar rukun dan wajib haji dapat dilaksanakan sehingga ibadah haji menjadi sempurna. Perbanyak amal ibadah di tanah suci karena belum tentu kesempatan yang baik ini bisa terulang lagi mengingat begitu lamanya daftar tunggu yang ingin berangkat haji,” ungkap Syamsuar.

Selanjutnya beliau mengingatkan kepada seluruh jamaah Kloter 10, untuk menjaga kesehatan, “Karena ibadah haji merupakan ibadah fisik dan tenaga untuk itu bapak ibu harus memiliki kesehatan yang prima agar tetap sehat dan kuat sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan sempurna. Ikuti petunjuk dan arahan dari petugas Kloter maupun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi.”

“Jaga nama baik daerah dan bangsa karena Bapak Ibu mewakili Indonesia dan harus membawa baik nama Indonesia. Jangan lupa untuk mendoakan keluarga doakan daerah dan doakan bangsa agar senantiasa diberikan rahmat dan keselamatan oleh Allah SWT. Yang terakhir doakan pula Provinsi Riau untuk menjadi Embarkasi sendiri,” tutup Syamsuar. (Syhbd/mus)