0 menit baca 0 %

KKP: Antisipasi Cuaca Panas di Tanah Suci, Jamaah Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Ringkasan: Batam (Inmas)- Dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam yang menjadi PPIH Embarkasi Batam dr. Agung Sundaru mengatakan saat ini cuaca di Arab Saudi sangat panas, bahkan mendekati suhu 50°C. hal tersebut dikatakannya saat menjadi narasumber kegiatan Pembinaan Karu dan Karom yang rutin digelar P...

Batam (Inmas)- Dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam yang menjadi PPIH Embarkasi Batam dr. Agung Sundaru mengatakan saat ini cuaca di Arab Saudi sangat panas, bahkan mendekati suhu 50°C. hal tersebut dikatakannya saat menjadi narasumber kegiatan Pembinaan Karu dan Karom yang rutin digelar PPIH Embarkasi Batam, Rabu (2/8) untuk Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 4 BTH.  

Meningkatkan kewaspadaan menurutnya memang perlu dilakukan oleh jamaah namun tidak perlu panik. Hal-hal berikut menurutnya dapat digunakan untuk mengantisipasi cuaca panas di Arab Saudi dan mengantisipasi penularan berbagai penyakit.  
Agung Sundaru meminta Karu dan Karom senantiasa meningkatkan volume komunikasi terutama terkait pemakaian obat-obatan. Menurutnya jika persediaan obat mulai menipis maka petugas kloter harus segera mencari dengan nenghubungi stakeholders perhajian yang ada di Arab Saudi.  

“Saya minta petugas kloter juga rajin melihat kondisi jamaah. Beri petunjuk kepada jamaah apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Setiap jamaah sudah diidentifikasi berdasarkan resiko kesehatannya dari gelang indikator kesehatan yang digunakan, hijau untuk jamaah yang sehat, kuning untuk jamaah yang berusia di bawah 60 tahun namun memiliki penyakit yang membutuhkan perhatian petugas dan merah untuk jamaah yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki resiko penyakit”, jelas Agung Sundaru.  

Tindakan antisipasi terhadap berbagai penyakit yang sedang merebak di negara-negara teluk juga penting dilakukan, misalnya Mers Cov dan kolera. “Pastikan jamaah melindungi dirinya dari sengatan panas matahari yang terik dengan payung dan minum air putih yang cukup minimal 1 gelas/jam. Gunakan alas kaki seperti sandal karena jalanan sangat panas. Basuh muka atau anggota tubuh dengan air supaya tetap dingin. Dan manfaatkan obat-obatan yang telah diberikan oleh Kemenkes”, ujarnya.

Saran lainnya yang diberikan adalah jamaah tidak mendekati daerah-daerah yang menjadi endemik penyakit seperti tempat pemotongan hewan atau kontak dengan unta di Jabal Arafah atau tempat-tempat lainnya.  

“Ingatkan jamaah untuk selalu gunakan masker, langsung makan setiap makanan yang disajikan. Di pesawat jangan menahan buang air kecil, jika perlu gunakan lampin, santap makanan yang penuh gizi dengan menghindari minuman yang mengandung bikarbonat pada minuman kemasan dan terakhir simpan tenaga untuk wukuf di Arafah”, pungkasnya. (htmn/mus)