Siak (Inmas) – Untuk menanamkan nilai-nilai agama melalui Al-Qur’an sejak dini pada diri anak, kelompok kerja Guru Raudhatul Athfal (KKGRA) Kabupaten Siak menggelar kegiatan Festival Santri Raudhatul Athfal ke – II tingkat Kabupaten Siak Tahun 2019, Rabu (27/03/19) di Gedung Mahratu Siak.
Menurut Ketua KKGRA Kabupaten Siak selaku ketua panitia pelaksana Tuti Suryati, S.Pd.I dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 240 peserta dari 24 Raudhatul Athfal yang ada di Kabupaten Siak. Ada pun cabang lomba yang diperlombakan adalah Lomba Adzan, Tahfiz Qur’an Juz 30, Fahmil/cerdas cermat, lomba sholat, dan lomba kolase. Sedangkan sumber dana kegiatan ini berasal dari kas KK-RA dan juga dari para donator yang tidak terikat.
Tema yang diangkat untuk kegiatan ini adalah “Melalui Festival Santri Kita tingkatkan kreatifitas dan kecerdasan Santri demi terwujudnya generasi Islam yang beriman dan bertaqwa”. Panitia pelaksana berharap dengan tema tersebut akan memotivasi peserta didik dan tenaga pendidik untuk belajar dan berkreatif.
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten III Drs. H. Jamaluddin, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Drs. H. Muharom, Camat Siak, Anggota DPRD Kab. Siak Sujarwo, Kasi Pendis Resman Junaidi, S.HI, Pokjawas Kemenag Siak, Guru- guru RA, para Orang Tua Santri, dan para tamu undangan lainnya.
Sebelum kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Drs. H. Muharom dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KK-RA beserta seluruh panitia pelaksana yang telah bekerjasama untuk menyukseskan acara tersebut. Ia bengatakan bahwa kegiatan ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan, tujuannnya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kreatifitas guru dan murid serta mengenalkan RA kepada Masyarakat luas.
Sementara itu, Asisten III Drs. H. Jamaluddin saat membuka acara tersebut mengatakan, kegiatan ini salah satu cara para peserta didik untuk memberikan motivasi terhadap anak-anak untuk belajar dan berkreasi sebagai bentuk untuk menarik minat Santri untuk belajar. Terlebih lagi dalam membaca dan memahami Al-qur’an sejak dini. Bila Al-Qur’an jadi pedoman hidup, Insya Allah Semalat dunia akhirat. (Awl)