Kampar (Kemenag) --- MIS Muhammadiyah Aursati terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis nilai-nilai Islami. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) bertema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di lingkungan madrasah, Senin (10/11/2025)
Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini dibuka secara resmi oleh Kepala MIS Muhammadiyah Aursati, Arlipis, S.Pd.I, dan dihadiri oleh para guru serta staf tata usaha. Dalam sambutannya, Arlipis menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah inovatif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, menyenangkan, dan bernilai spiritual tinggi.
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin menghadirkan pembelajaran yang menumbuhkan rasa bahagia, saling menghargai, dan cinta terhadap ilmu. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penebar kasih,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sesi utama kegiatan KKG diisi dengan dua narasumber inspiratif. Meri Elpina, S.Si sebagai pemateri pertama menjelaskan konsep dasar dan filosofi Kurikulum Berbasis Cinta yang menitikberatkan pada nilai kasih sayang, empati, dan pembentukan karakter Islami dalam proses pembelajaran. Sementara itu, Nadiyah Lil Hasanah, S.Pd sebagai pemateri kedua memaparkan langkah-langkah praktis penerapan KBC di kelas, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran berbasis nilai.
Peserta KKG juga diajak untuk melakukan simulasi pembelajaran berbasis cinta dengan metode active learning, refleksi nilai, serta penguatan karakter peserta didik. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, menumbuhkan semangat baru di kalangan pendidik untuk terus berinovasi dalam mengajar.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama. Para peserta berharap agar KKG semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah peningkatan kompetensi dan pembinaan karakter pendidik.
Dengan semangat cinta dan ketulusan, MIS Muhammadiyah Aursati berkomitmen untuk menjadi madrasah teladan dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, guna melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan penuh kasih sayang.
( fatmi/humas MIM Aursati)