Indragiri Hulu (Inmas) – Hari Raya Idul Adha disebut dengan hari raya akbar dan mulia karena terkait dengan dua Ibadah yang penting dalam Islam yaitu Ibadah Haji dan Ibadah Qurban, oleh sebab itu kita syukuri kedatangannya dan kita agungkan dengan mengumandangkan kalimat takbir, tasbih, tahmid dan tahlil. Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia menyatu dalm pelaksanaan Ibadah Haji, mereka berkesempatan menyaksikan dan menyibukkan diri beribadah di rumah Allah (Baitullah) di Kota Mekah Al Mukarramah, rumah tertua dan pertama yang dibangun untuk manusia beribadah, “Sesungguhnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia ialah Baitullah (Rumah Allah) yang terletak di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semesta alam. (Q.S. Ali Imran : 95)
Pada 9 Dzulhijjah yang dikenal dengan hari Arafah, semua umat Islam yang melaksanakan Ibadah Haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan Ibadah Wukuf sebagai rukun haji yang utama dan puncak Ibadah Haji, semuanya tanpa busana yang gemerlapan, kecuali memakai dua lembar kain ihram dengan pola, model dan warna yang sama sebagai wujud dari rasa tawadhu’, rendah hati dan sederhana, sekaligus mengingatkan kita akan kain kafan yang tiba saat dan waktunya akan kita pakai kelak. Ketika di Arafah kita dipanggil dan diingatkan betapa suatu saat nanti, kita akan dikumpulkan di padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan seluruh nikmat yang telah dilimpahkan Allah SWT kepada kita. Di Padang Arafah ini Allah SWT membanggakan hamba-hamba Nya kepada para malaikatnya, sebagaimana firman-Nya diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, “Hamba-hambaku telah datang kepadaku dalam keadaan rambut kusut masai dan berdebu dari segala penjuru untuk mengharapkan rahmat dan ampunan-Ku”.
Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan Ibadah Haji sebagai sarana untuk bertemu dengan Allah dirumah-Nya, maka ibadah kita yang paling utama adalah menyembelih hewan qurban. Ibadah Qurban merupakan kisah nyata terhadap hamba Allah yang diuji keimanan, kesabaran dan ketaatnya kepada Allah untuk melaksanakan perintah-Nya yaitu Nabi Ibrahim A.S untuk menyembelih putranya Ismail A.S, sedangkan Ismail A.S siap disembelih oleh ayahnya dalam menjalankan perintah Allah dengan keikhlasan. Pengorbanan Nabi Ibarahim dan Ismail merupakan teladan bagi kita untuk mewujudkan rasa cinta, ketaatan kepada Allah SWT serta kecintaan kepada sesama manusia, kepada bangsa dan Negara. Mari kita berdo’a kehadirat Allah SWT semoga mereka yang melaksanakan Ibadah Haji diterima hajinya dan memperoleh predikat haji yang mabrur dan berbahagialah bagi mereka yang melaksanakan penyembelihan hewan qurban yang akan menyelamatkan pemiliknya dari cinta dunia dan cinta harta yang berlebihan serta menyelamatkan dari kejelekan dunia dan akhirat.
Demikianlah
ringkasan Khutbah Idul Adha 1439 Hijriah yang disampaikan oleh Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Drs. H. A. Karim, M.Pd.I, Rabu
(23/8/2018). (ari)