Meranti (Inmas)- M.Khalwani.S.H.I Penyuluh Non PNS Kemenag Kepulauan Meranti berikan tausiyah pada Pengajian majlis taklim mingguan Majlis Taklim Khizbt Thiwalib desa segomeng kecamatan rangsang barat. jumat (21/22/2020).
Dalam Tausiyah kali kali ini Khalwani mengangkat tema "Jangan Putus Asa untuk mendapatkan Rahman Rohimnya Allah.S.W.T".
"Dan apabila bamba-bamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintab)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.â (QS. Al-Baqarah: 186)
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa al-Asyâari, ia menceritakan, ketika kami bersama Rasulullah dalam suatu peperangan, kami tidak mendaki tanjakan, menaiki bukit, dan menuruni lembah melainkan dengan mengumandangkan takbir. Kemudian beliau mendekati kami dan bersabda, âWahai sekalian manusia, sayangilah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak berdoâa kepada Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdoâa kepada Rabb yang Mahamendengar lagi Mahamelihat. Sesungguhnya yang kalian seru itu lebih dekat kepada seorang di antara kalian dari pada leher binatang tunggangannya. Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau aku ajari sebuah kalimat yang termasuk dari perbendaharaan surga? Yaitu: laa haula walaa quwwata illaa billaaHi (Tiada daya dan kekuatan melainkan hanya karena pertolongan Allah).â
Hadits tersebut diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim serta beberapa periwayat lainnya, dari Abu Utsman an-Nahdi.
Berkenaan dengan ini penulis katakana: Hal itu sama seperti firman Allah yang artinya: âSesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.â (QS. An-Nahl: 128)
Juga firman-Nya kepada Musa dan Harun: âSesungguhnya Aku beserta kalian beruda, Aku mendengar dan melihat.â (QS.âThaahaa: 46)
Maksudnya, bahwa Allah tidak menolak dan mengabaikan doâa seseorang, tetapi sebaliknya Dia Mahamendengar doâa. Ini merupakan anjuran untuk senantiasa berdoâa, dan Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan doâa hamba-Nya.
Imam Malik meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda: âAkan dikabulkan doâa salah seorang di antara kalian selama ia tidak minta dipercepat, yaitu ia mengatakan, Aku sudah berdoâa, tetapi tidak dikabulkan.â (Hadits ini diriwayatkan di dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari Malik, dan hal itu merupakan lafadz dari Imam al-Bukhari rahimahullahu)
Dalam Shahih Muslim, diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw. bersabda: âTetap dikabulkan doa seorang hamba, selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau pemutusan hubungan (silaturrahmi) dan selama tidak minta dipercepat.â Ada seseorang bertanya, âYa Rasulullah, apa yang dimaksud dengan minta dipercepat itu?â Beliau pun menjawab, â(Yaitu) ia berkata, Aku sudah berdoa dan terus berdoa tetapi belum pernah aku melihat doaku dikabulkan. Maka pada saat itu ia merasa letih dan tidak mau berdoa lagi.â
Dalam penyebutan ayat yang menganjurkan untuk senantiasa berdoa, disela-sela hukum puasa tersebut di atas, terdapat bimbingan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa ketika menggenapkan bilangan hari-hari puasa, bahkan setiap kali saat berbuka puasa.
Diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad dan Sunan at-Tirmidzi, an-Nasaâi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah bersabda: âAda tiga orang yang doanya tidak akan ditolak: Penguasa yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang didhalimi. Allah akan menaikkan doanya tanpa terhalang awan mendung pada hari kiamat dan dibukakan baginya pintu-pintu langit, dan Dia berfirman, âDemi kemuliaan-Ku, Aku pasti menolongmu meskipun beberapa saat lagi.ââ (Khalwani & Tim Inmas)