0 menit baca 0 %

KH. Hammad Al Alim Harits Dimyathi: Santri itu Seperti Ubi, Dimanapun Tetap Dapat Memberi Manfaat

Ringkasan: Siak (Inmas) - Pengasuh Pondok Tremas Pacitan KH. Hammad Al Alim Harits Dimyathi, atau yang biasa disapa Gus Amma dalam ceramahnya ketika acara Haflah Akhirussanah santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kampung Sawit Permai, Kecamatan Dayun yang diasuh oleh Kyai Muhammad Hanafi menyampaikan bahwa pond...

Siak (Inmas) - Pengasuh Pondok Tremas Pacitan KH. Hammad Al Alim Harits Dimyathi, atau yang biasa disapa Gus Amma dalam ceramahnya ketika acara Haflah Akhirussanah santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kampung Sawit Permai, Kecamatan Dayun yang diasuh oleh Kyai Muhammad Hanafi menyampaikan bahwa pondok pesantren merupakan system pendidikan khas milik Indonesia yang sudah ada sebelum bangsa Indonesia merdeka.

“Karena system pendidikan pesantren merupakan system pendidikan tertua yang terbaik hingga saat ini maka, hendaknya semua kita menjaga aset yang menjadi kekayaan intelektual di negeri ini. Apalagi negeri ini adalah negeri melayu yang kental dengan nilai ke-Islamannya, hendaknya semua komponen baik dari pemerintah, aparat, pesantren dan masyarakat saling bahu membahu di dalam menghadapi segala persoalan yang masih banyak di negeri ini, terutama tentang kebodohan”, ujarnya.

Kepada para santri, KH. Hammad Al Alim Harits Dimyathi menitip pesan jadilah seperti ubi yang ditanam dimana saja tetap tumbuh dan bisa dimanfaatkan. “Artinya kalian para santri dimanapun kelak selepas mondok di sini harus bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Jangan pernah lelah untuk mencapai pendidikan tertinggi, kembalilah ke masyarakat-mu nanti dengan bekal Ilmu yang cukup serta hiasi dengan akhlaq yang baik”, pesannya kepada santri yang hadir.

Untuk santri yang lain terkhusus santri yang akan diwisuda tahun depan, Gus Amma memotivasi agar belajar dan konsentrasi, “maka perlu bisa imbang, tidak ada hal yang lain yang di lakukan selain porsinya lebih besar untuk membaca, menghafal, sholat berjamaah 5 waktu di masjid kemudian jika berhadapan dengan pelajaran, konsentrasi dan penuh semangat. karna ujian ini adalah ujian penentuan, ujian yg akan menjadi kenangan akhir, maka jadikan kenangan itu indah dengan penuh konsentrasi dengan penuh belajar”, ujarnya menyemangati. (Hd)