Siak (Inmas) - Pengasuh Pondok Tremas Pacitan
KH. Hammad Al Alim Harits Dimyathi, atau yang biasa disapa Gus Amma dalam
ceramahnya ketika acara Haflah Akhirussanah santri Pondok Pesantren Bahrul
Ulum, Kampung Sawit Permai, Kecamatan Dayun yang diasuh oleh Kyai Muhammad
Hanafi menyampaikan bahwa pondok pesantren merupakan system pendidikan khas
milik Indonesia yang sudah ada sebelum bangsa Indonesia merdeka.
“Karena system pendidikan pesantren merupakan
system pendidikan tertua yang terbaik hingga saat ini maka, hendaknya semua
kita menjaga aset yang menjadi kekayaan intelektual di negeri ini. Apalagi
negeri ini adalah negeri melayu yang kental dengan nilai ke-Islamannya,
hendaknya semua komponen baik dari pemerintah, aparat, pesantren dan masyarakat
saling bahu membahu di dalam menghadapi segala persoalan yang masih banyak di
negeri ini, terutama tentang kebodohan”, ujarnya.
Kepada para santri, KH. Hammad Al Alim Harits
Dimyathi menitip pesan jadilah seperti ubi yang ditanam dimana saja tetap
tumbuh dan bisa dimanfaatkan. “Artinya kalian para santri dimanapun kelak
selepas mondok di sini harus bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Jangan pernah lelah untuk mencapai pendidikan tertinggi, kembalilah ke
masyarakat-mu nanti dengan bekal Ilmu yang cukup serta hiasi dengan akhlaq yang
baik”, pesannya kepada santri yang hadir.
Untuk santri yang lain terkhusus santri yang
akan diwisuda tahun depan, Gus Amma memotivasi agar belajar dan konsentrasi, “maka
perlu bisa imbang, tidak ada hal yang lain yang di lakukan selain porsinya
lebih besar untuk membaca, menghafal, sholat berjamaah 5 waktu di masjid
kemudian jika berhadapan dengan pelajaran, konsentrasi dan penuh semangat.
karna ujian ini adalah ujian penentuan, ujian yg akan menjadi kenangan akhir,
maka jadikan kenangan itu indah dengan penuh konsentrasi dengan penuh belajar”,
ujarnya menyemangati. (Hd)