Kuansing ( inmas ) Sesui jadwal yang telah disusun oleh pengurus Musawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMP rayon I, Kuantan Singingi untuk pelaksanaan pengembangan profesi rutin dua kali sebulan, hari ini Rabu, 11 Maret 2020 tiba pada giliran Ketua Pokjawas.
Kegiatan yang dibuka oleh Guspan, SPd, Ketua MGMP PAI SMP Rayon I ini dihadiri oleh 23 orang guru dari berbagai SMP yang ada di Kecamatan Kuantan Mudik, Gunung Toar, Hulu Kuantan dan Pucuk Rantau. Dalam sambutannya, Guspan menyampaikan bahwa materi Pendidikan Karakter sudah diagendakan sejak 2019 lalu, namun terkendala dalam penyusunan jadwal dikarenakan berbagai tugas utama para guru dan narasumber, sehingga baru dapat terlaksana pada hari ini.
Dalam materinya, Sawir Hasbi menjelaskan bahwa Pendidikan karakter bukanlah seperangkat pengetahuan atau mata pelajaran yang hanya menyentuh sisi kognitif semata, namun harus menjadi suatu kesatuan yang dipelajari, diyakini, diterapkan dan mampu memberikan dampak terhadap lingkungan.
Pendidikan karakter yang merupakan pengejewantahan Nilai-nilai Agama, Pancasila dan nilai-nilai luhur budaya bangsa tersebut, setidaknya mesti tercermin dalam setiap keyakinan, prilaku dan perbuatan para guru PAI SMP, sehingga menjadi magnet yang mempengaruhi segenap warga sekolah dalam menumbuh-kembangkan karakter sesuai cita-cita pendidikan nasional.
18 Nilai yang dijadikan pilot project dalam pedoman implementasi pendidikan karakter, sebenarnya bukan barang baru bagi guru-guru PAI. Karena 18 Nilai itu, yakni (1) Religius,(2) Jujur,(3) Toleransi,(4) Disiplin,(5) Kerja keras,(6) Kreatif, (7) Mandiri, (8) Demokratis, (9) Rasa Ingin Tahu, (10)Semangat Kebangsaan, (11) Cinta Tanah Air, (12) Menghargai Prestasi, (13) Bersahabat/Komunikatif, (14) Cinta Damai, (15) Gemar Membaca, (16) Peduli Lingkungan, (17) Peduli Sosial, DAN (18) Tanggung Jawab, merupakan bagfian materi yang telah lama diajarkan dalam PAI.
Oleh karenanya, meski sekolah Satuan Administrasi Pangkal (Satmingkal) PAI belum memprogramkan Pendidikan Karakter secara komprehensif, para guru PAI diharap dapat mengintegrasikan program tersebut dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Rencana Pelaksanaan Bimbingan (RPB) dan Goup pengembangan diri siswa yang menjadi asuhannya. Sembari tetap mengupayakan usulan dan ajakan kepada pimpinan sekolah untuk mengimplementasikannya dalam Buku satu Kurikulum. ( SH )
Â