Siak (Inmas) – Saat ditemui Inmas Kankemenag Siak usai acara pengukuhan pengurus Pejuang Subuh Siak periode 2019-2021, Ketua Pejuang Subuh Siak terpilih, Totok Prasetyo, Lc menceritakan bahwa gerakan yang dipelopori oleh pemuda dan pemudi Siak ini berawal dari keprihatinan pada kondisi masjid yang hanya ramai oleh kakek-kakek dan bapak-bapak saja ketika waktu shalat Shubuh, akhirnya mendorong sekelompok anak muda di Kabupaten Siak membuat komunitas ‘Pejuang Shubuh’ yang saat ini juga ada banyak di berbagai daerah.
Komunitas yang mengajak para generasi muda agar mau datang ke masjid untuk shalat Shubuh berjama’ah ini bertujuan agar menjadikan shalat Shubuh seramai waktu shalat Jum’at. Gerakan ini juga merupakan ajakan kepada orang-orang, khususnya anak-anak muda untuk melaksanakan salat Shubuh berjamaah di masjid. Seiring berjalannya waktu, gerakan ini pun berkembang menjadi sebuah komunitas Islam yang bernama Pejuang Subuh.
“Alhamdulillah, melalui kumpul-kumpul makan-makan akhirnya kita juga terinspirasi membuat komunitas “Pejuang Shubuh” yang akan digerakkan oleh pemuda di Siak. Target kita Insya’Allah di Siak ini Sholat Shubuh-nya akan sama ramainya dengan Sholat Jum’at. Saat ini melalui dukungan dari berbagai pihak terutama MUI Kabupaten Siak dan MUI Kecamatan Siak, kita mengadakan program “Suling” atau dikenal dengan Shubuh Keliling”, ujar Alumni Pondok pesantren Ittihadul Muslimin, Kecamatan Koto Gasib dan lulusan Al-Azhar, Mesir ini.
Dipilihnya waktu Shubuh adalah karena, meskipun jumlah rakaatnya jauh lebih sedikit, namun kekuatan untuk menahan godaan melalaikan shalat Subuh, nyatanya cukup berat. Maka, keberadaan Pejuang Shubuh ini mudah-mudahan dapat menjadikan negeri dan generasi masa hadapannya menjadi insan yang sholeh. (Hd)