0 menit baca 0 %

Ketua MUI Siak Beri Tausiah di Musholla Miftahunnajah Kemenag Siak

Ringkasan: Siak (Inmas) - Salah satu cara mempererat ukhuwah islamiyah dan mempererat silaturrahim antar ASN serta menambah wawasan keislaman, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak mengadakan pengajian kitab hadits “al-Arba’in an-Nawawiyah” karya Imam an-Nawawi yang diikuti oleh pegawai ASN...

Siak (Inmas) - Salah satu cara mempererat ukhuwah islamiyah dan mempererat silaturrahim antar ASN serta menambah wawasan keislaman, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak mengadakan pengajian kitab hadits “al-Arba’in an-Nawawiyah” karya Imam an-Nawawi yang diikuti oleh pegawai ASN Kankemenag Kab. Siak yang berlangsung pada hari Jum’at pagi (17/03/17).

Kajian hadits perdana ini dibuka oleh sambutan Penyelenggara Syari’ah Kankemenag Kab. Siak Drs. Wandi Utama yang dalam sambutannya beliau berpesan agar senantiasa menuntut ilmu dan belajar setinggi mungkin. Tak lupa beliau juga mengungkapkan atas nama Kankemenag Kab. Siak turut berbelasungkawa atas wafatnya tokoh nasional dan ulama kharismatik Indonesia (Alm) KH. Hasyim Muzadi.

Kajian Kitab hadits arba’in kali ini menjadi special karena ini merupakan perdana dilakukan di Musholla Miftahunnajah Kantor Kemenag kab. Siak, dengan menghadirkan KH. Shofwan Shaleh, S.HI sebagai narasumber yang nantinya akan berlangsung secara rutin setiap pekannya (Jum’at pagi) dengan jadwal yang telah ditetapkan secara bergantian.

H. Shofwan Shaleh, S.HI yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kab. Siak ini, dalam kajian hadits pertama menyampaikan muqoddimah awal kitab arbain nawawi dan keutamaan mempelajarinya dan menjelaskan pasal pertama dalam kitab arba’in yakni bab niat, “Kitab Hadits al-Arbai’in an-Nawawiyah ini merupakan kitab pokok yang menghimpun seluruh perangkat agama, untuk itu mempelajarinya merupakan sesuatu yang harus di ketahui oleh seorang muslim. Berkaitan dengan niat, hendaklah setiap muslimin meniatkan segala aktifitasnya semata-mata mengharap ridho Allah, karena tidak setiap aktifitas itu bernilai ibadah, aktifitas itu bernilai ibadah jika dilakukan karena mengharap ridho Allah” tutur ulama yang dikenal memiliki pengatahuan luas dan humoris ini.

Dengan pengajian rutin atau pengajian mingguan semacam ini sangat penting di adakan sebagai wahana untuk menyegarkan semangat keagamaan dan menyuburkan keimanan, agar dapat menjalani hidup dan kehidupan ini pada jalan yang benar yang diridhai Allah subhanahu wa ta’ala. (Hadi)