Riau (Inmas) - Menunggu proses pemberangkatan ke Madinah, jamaah haji kloter 18 BTH sempatkan diri berziarah ke masjid Ja'ronah sebagai rangkaian perjalanan haji.
Jemaah asal kabupaten Rokan Hulu ini di pandu ketua MUI Rokan Hulu Buya Aladin yang kebetulan juga sebagai bagian dari jemaah haji kloter BTH 18.
Keberangkatan Jemaah ke masjid Ja'ronah juga turut didampingi TPIHI Marthillevi Saleh, Selasa (20/08).
“Menurut beliau, masjid ini punya sejarah yang sangat penting dalam dakwah Islam di Mekkah”. Ujarnya.
Terlebih-lebih Ja'rona hanya berada 22 km dari Masjid Haram.
“Ketika nabi Muhammad SAW dan sahabat selesai dari peperangan Hunain kerna kehabisan air, nabi memukulkan tongkatnya atas izin Allah sehingga keluarlah air. Itu terjadi di Jakrona sehingga dinamakan dengan sumur Jakronah” Terangnya.
Ia menganalisa sejarah yang menyangkut Kafir Mekkah yang mengetahui hal tersebut. Kemudian mereka meracuninya dan Nabi tahu dan datang meludahinya sehingga tawar kembali.
Ia mengatakan bahwa Nabi pernah menjadikan Jakronah sebagai miqat untuk melakukan umrah.
Akhirnya Arab Saudi menutup sumur tersebut dengan alasan takut disalahgunakan Jemaah.
Ditempat itulah dibangunkan masjid untuk mengingat peristiwa tersebut dengan nama Masjid Jakronah.
Bahkan sampai hari ini jemaah haji menjadikan masjid Jakronah sebagai miqat umroh sunat selama di Mekkah selain masjid Aisyah di kampung tan'im.
Demikian kisah Jakronah yang di ceritakan Buya Alaidin Aidarus, Lc, MA, ketua MUI Rohul itu kepada jamaah haji Rohul, tandas Marthielevi.(vera)